Selasa, 03 September 2019

Pasangan Hidup dari Tuhan


Di Indonesia segala yang berbeda pasti dibesar-besarkan, seolah perbedaan itu sebuah masalah besar. Saya tumbuh dengan pendapat seperti itu, lingkungan membentuk stigma perbedaan yang makin meruncing soal asmara, jodoh pun demikian.

Pernikahan beda suku merupakan hal yang biasa pada modern ini. Namun tetap saja, di setiap pernikahan akan mempunyai tantangannya masing-masing.

Menikah dengan beda suku bukan suatu tantangan yang sulit dijalani. Hanya saja terkadang ada beberapa tantangan yang harus dijalani sepasang suami istri.

Mereka harus sama-sama mempelajari budaya masing-masing. Mulai dari komunikasi, etika, selera makan, adat istiadat sampai kebiasan sehari-hari.

Dasar perbedaan paling kuat dalam perkawinan beda suku adalah perbedaan karakter. Ada stereotip-stereotip tertentu terhadap karakter sebuah suku dan itulah hal pertama yang akan ditemui.

Perbedaan di antara saya dan suami membuat kami saling mengisi. Hal-hal demikianlah yang dapat nikmati. Perbedaan karakter tak juga berarti harus disamakan. Perbedaan justru memperkaya kehidupan, yang penting masing-masing bisa menjadi diri sendiri.

Intinya adalah perbedaan dirayakan dan disikapi positifnya, jangan hanya dilihat titik jeleknya saja. Nikmati saja sikap positifnya sementara hal-hal negatifnya diminimalkan jika perlu ditiadakan untuk menghindari konflik yang kemungkinan terjadi.

Tapi dalam hal pernikahan terkadang memang harus ada yang mengalah, utamanya masalah ego dan perdebatan apalagi yang ada hubungannya dengan keluarga besar.

Menikah dengan berbeda suku itu ada lucunya, ada serunya, ada juga intriknya. Namun buat saya perkawinan beda suku merupakan cakrawala baru, memahami kultur yang berbeda-beda.

Pada akhirnya jodoh di tangan Tuhan dan Tuhan pun pasti tidak memilih-milih suku.

Selasa, 25 Juni 2019

Bersamamu, BAHAGIA ITU SEDERHANA


Hidup itu bagaikan pedal sepeda yang dikayuh, ada kalanya di atas dan ada kalanya di bawah. Agar tidak terjebak dalam rasa putus asa dalam menjalani hidup ketika menghadapi masalah, maka perlu untuk memahami kehidupan secara lebih seimbang, serta terus belajar menguatkan mental agar senantiasa terus tegar menghadapi cobaan dalam menjalani hidup agar menjadi bahagia.

Perasaan bahagia yang timbul karena cinta memang abstrak dan sulit untuk dijelaskan, tapi bukan berarti tak bisa dirasakan. Ada yang bilang rasa bahagia itu seperti kupu-kupu yang beterbangan dalam perutmu. Ada juga yang mengungkapkan perasaannya itu seperti ingin meledak saking bahagianya apalagi saat bersamamu orang tercinta.

Saat mereka menginginkan jalan- jalan menyusuri indahnya berbagai tempat wisata atau mall-mall mewah kita hanya melakukan perjalanan menyusuri jalanan berbatu naik turun yang di kelilingi pohon jambu mente demi menunjukkan padaku ada sungai yang airnya jernih.

Saat mereka menginginkan kebahagiaan bersama pasangannya lewat Dinner yang romantis di Restoran ternama, atau Kafe yang mewah dengan keindahan cahaya dari lilin-lilin kecil dan disertai serentetan menu makanan yang mewah, bersamamu aku sudah sangat bahagia hanya dengan menikmati dinner di warung kecil pojok desa dan memesan Bakso yang sesekali tanpa malu menyuapkan ke mulutku ataukah meniupnya jika panas atau menakar tingkat kepedasannya.

Saat mereka menginginkan liburan yang panjang ketempat wisata, bersamamu aku hanya menonton film romantis di youtube lalu sesekali menggombalku dengan candaan.

Bersamamu bahkan aku hanya menghabiskan weekendku untuk berkunjung  ke salah satu toko di desa ini untuk menikamati es krim yang kita gigit berdua, atau hanya melihatmu  mengotak-atik motor kesayanganmu yang bertulisankan MR21 Papa Muda Mama Muda.

Bersamamu aku tak perlu semua yang berlebihan, sederhana saja, sesederhana kau memperlakukanku itu sudah sangat spesial dan membuatku bahagia. Dan bersamamu pula aku mengerti kalau untuk bahagia itu bukan dengan keromantisan, bukan tentang kemewahan, tapi hanya perlu beberapa waktu berkualitas yang kita nikmati bersama, duduk berdua sajapun sudah cukup bahagia.

Dirimu memang bukanlah orang yang selalu mengistimewakan aku dengan kemewahan, tapi kesederhanaan itu sudah lebih dari cukup membuatku tersenyum bahagia atas setiap tingkah konyol yang tak ada habisnya membuatku merasa istimewa bersamamu.

Rabu, 01 Mei 2019

Lestarikan Nilai Kearifan Lokal untuk menangkal berita Hoax


Pesatnya kemajuan teknologi mengakibatkan lahirnya generasi milenial. Arus globalisasi menjadi suatu tantangan yang dihadapi setiap Negara di dunia. Di era milenial ini, setiap informasi dapat dengan cepat tersebar dan mudah diakses oleh siapa saja dan dimanapun dia berada. Dengan perkembangan teknologi, generasi milenial di bentuk menjadi pribadi yang serba canggih dan modern. Di luar itu semua, justru menjadi bomerang bagi generasi milenial. Hal ini menjadi perhatian kita bersama agar lebih serius, dalam mengambil sikap dan langkah bagaimana peran pemuda penerus bangsa Indonesia dalam upaya melestariakn kearifan lokal sebagai penangkal berita hoax. Ada beberapah hal yang menjadi perhatian kita bersama agar lebih cerdas dan menyadari bahwa bangsa kita saat ini tidak di jajah dengan cara peperangan akan tetapi di jajah oleh perkembangan dan akibatnya bisa merusak tatanan dan kesatuan bangsa ini.

Kemajuan teknologi menjadi problematika baru bagi pemuda bangsa yang belum siap. Sehingga, mereka tidak di jajah secara fisik melainkan secara mental dan pemikiran. Generasi milenial terkesan meniru dan cenderung menyerap budaya serta gaya hidup bangsa asing yang dalam bertingkah laku dan berbusana menyerupai budaya Negara Barat, dalam pandangannya hal tersebut kekinian serta menganggap bahwa budaya lokal sudah ketinggalan zaman. Hal inilah yang mendorong masuknya budaya asing dalam negeri. Sehingga bukanlah kekhawatiran yang tidak berdasar jika di tahun-tahun yang akan datang budaya lokal bangsa ini terancam sampai ke tingkat kepunahan. 
Derasnya Arus globalisasi meleburkan batas batas budaya suatu bangsa yang perlahan namun pasti membuat generasi muda Indonesia asing terhadap budayanya sendiri. Hal ini tentunya menjadi mimpi buruk jika para generasi penerus bangsa kita tidak memiliki pengetahuan tentang budayanya sendiri. Walaupun dengan keadaan sekarang yang memberi kemudahan untuk memperoleh informasi kita harus tetap jeli dalam memilih dan memilah setiap informasi yang ada agar terhindar dari fitnah dan berita hoax atau bohong yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan mengambil keuntungan atas semua hal tersebut. 

Melihat realita yang terjadi di era milenial ini, menjunjung nilai kearifan lokal yang kita miliki bukan berarti mengabaikan kemajuan dan menjadi tertinggal, akan tetapi lebih dapat menggunakan kemajuan teknologi secara bijak dan maksimal dengan melestarikan dan memahami secara utuh kearifan lokal yang dimiliki bangsa kita. Nilai-nilai yang di gali dari budaya yang selaras dengan karakteristik masyarakat setempat. Penguatan terhadap kearifan lokal bukan saja untuk mempertahankan eksistensi leluhur nenek moyang akan tetapi menjadi penguat dan pemersatu bangsa ini. Sehingga setiap berita atau informasi yang memprovokasi baik antara suku, agama, ras  dan hal hal lainnya tidak dapat dengan mudah mempengaruhi masyarakat, hal tersebut dikarenakan masyarakat sudah memiliki pegangan yang kuat berupa nilai kearifan lokal.
Dengan kondisi yang seperti ini, para pemuda generasi milenial seharusnya tidak kehilangan akal  untuk mengembalikan posisi kearifan lokal yang mulai bergeser oleh budaya asing. Dalam perkembangannya, internet memberikan berbagai layanan komunikasi yang paling banyak di kunjungi, hal ini mendorong terjadinya pertukaran informasi dengan cepat. Selain itu, perkembangan arus globalisasi juga membutuhkan jiwa jiwa kreatif  yang mampu menjawab tantangan zaman, untuk memperkenalkan nilai kearifan lokal yang dimiliki Indonesia, tidak hanya menuangkannya dalam halaman buku  bacaan, akan menjadi solusi cemerlang jika kearifan lokal tersebut di publikasikan dengan cara milenial yaitu dalam bentuk tulisan baik berupa karya ilmiah maupun bacaan santai yang  kemudian di bagikan di berbagai jejaring sosial media. Dengan demikian generasi muda di era milenial dapat memproteksi diri dari sisi negatif derasnya arus globalisasi, sehingga khatam mempelajari budayanya sendiri, dan menjadi lebih bijak dalam bersikap. Aksi ini mengedukasi resiko pengaruh budaya asing yang merugikan. Oleh sebab itu penguatan terhadap nilai kearifan lokal dapat dijadikan sebagai pengokoh nasionalisme bangsa ini agar tidak mudah terpecah belah. 

MEGAWATI, S. Sos, lahir pada tanggal 08 November 1994, No, Hp: 085377730000 seorang ibu rumah tangga yang telah melepas masa lajang pada Oktober 2018 lalu, pernah bekerja di salah satu stasiun TV milik pemerintah di bawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Parepare sebagai peliput dan pembuat naskah berita, hobby menulis bisa cek di blog pribadi meghastrong.blogspot.com. 

Selasa, 26 Februari 2019

Siri' harga DIRI Tertinggi suku Bugis

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata Bugis??

Bugis adalah Suku yang mempunyai keinginan sangat tinggi untuk berhasil. Dalam sebuah pernyataan adat, hanya untuk Siri’ lah kita hidup didunia. Itu lah sebabnya semua etnik Bugis akan mati-matian bertarung untuk meraih kesuksesan di daerah mana dia berada, meskipun nyawa adalah taruhannya.

Seperti kita ketahui bagi suku Bugis Siri’ sangat hakiki dan harga mati. Harga diri orang Bugis yang tertinggi selain agama adalah perempuan. Tidak sedikit orang rela mati karena mempertahankan perempuannya. Hal tersebut kita kenal dengan istilah Siri’ Naranreng (harga diri yang dipertaruhkan). Siri’ Naranreng menjadi payung pelindung dari perbuatan yang tak bermoral.

Suku Bugis menempatkan perempuan sebagai puncak martabat kemanusiaannya. Bukan sekedar symbol, melainkan merupakan esensi luhur yang menandai derajat dan martabat dalam suatu rumpun keluarga. Kedudukan perempuan dalam masyarakat Bugis sangat dipengaruhi oleh hukum adat yang tak tertulis namun di ajarkan secara turun temurun.

seorang perempuan Bugis menjadi penuntun suami yang jujur, hemat dan bijaksana sekaligus mitra pendukung dan penopang dalam mengatasi segala kesulitan maupun perjuangan dalam mengatasi segala hal (Mancaji pattaro tettong rïlempu’é punnai cirinna enrengngé lampu ‘Nawa-Nawa mméwai sibaliperri’ waroanéna Sappa ‘laleng atuong), menjadi kebanggaan ayahnya, saudaranya dan suaminya untuk menjaga kehormatan hidupnya.

Perempuan Bugis yang memahami peranannya, menjunjung tinggi budaya 'siri' sebagai pedoman hidup, prinsip adab siri' ini, diterapkan dengan menjaga harga diri, melalui penunjukan sikap yang menjaga nama baik diri, suami dan keluarga, adat istiadat adalah sangat berharga, khususnya dalam bentuk perilaku (sikap) yang ditunjukkan setiap keluarga Bugis seperti tata krama, tata bicara, tata kesopanan, dan tata perilaku. Dan Yang paling penting dari adab perempuan Bugis dalam keluarga adalah 'sipakalebbi' menjaga kehormatan harga dirinya, suaminya, ayahnya dan keluarganya.

Jadilah Perempuan Bugis yang pandai menjaga diri serta harga diri,  jujur, berkarakter, cerdas, dermawan agar pantas diberikan panaik.

Dari berbagai sumber dan skripsi Megawati, S. Sos Stereotip Perempuan Bugis dalam Simbol Uang Panaik

Kamis, 20 Desember 2018

Teruntuk Ibu yang telah melahirkan Suamiku, Aku mencintaimu ❤

Bicara soal pahlawan, aku kagum dengan seorang ibu yang melahirkan dan membesarkan suamiku. Ya,,, ibu mertua. Ibu mertuaku yang kupanggil "Mama" adalah seorang wanita yang luar biasa, hebat, partner bisnis yang hebat dan strong Woman. Hubungan kami  akrab, tidak semenyeramkan cerita di serial televisi.
Mama adalah orang yang sederhana. Pekerjaan utamanya berdagang di pasar menjual pakaian, Kadang seminggu sekali naik di gunung menjajakan dagangannya. Pernah sekali saya di bawa oleh Suamiku ke lokasi Mama menjajakan dagangannya, di atas motor dia menceritakan jika Mama berjalan kaki dari pintu ke pintu menenteng dagangannya, tak bisa kujelaskan seperti apa medannya disana yang pasti sepulang dari gunung tulangku serasa ingin patah dan rasanya tidak ingin menginjakkan kaki lagi disana🤒🤒 di atas motor sambil suamiku menceritakan semua tanpa sepengetahuannya Aku meneteskan air mata betapa berat perjuangannya. Dengan segenap kemampuannya berjuang untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang salah satunya menjadi suamiku. Beliau berhasil membentuk karakter anak yang bertanggung jawab, pengertian, dan penyayang seperti Suamiku. Mama sukses memerankan takdirnya menjadi seorang ibu sekaligus ayah bagi anak-anaknya.
Kesabarannya seperti tanpa tepi, mengedepankan syukur di atas segalanya. Pahit manis tetap disyukuri.
Pahlawan bukan sekadar bersikap heroik saja, melainkan mampu mengorbankan ego untuk sebuah kasih sayang tulus juga merupakan sebuah sifat kepahlawanan. Tak sedikitpun Mama menuntut suamiku untuk menomorsatukan beliau. Justru aku yang selalu diutamakan. Aku cinta Mama mertuaku seperti halnya aku mencintai Mama kandungku sendiri.
Mama yang dulu kupanggil dengan sapaan tante, kini telah menjadi "Mama" Mama mertua yang tidak pernah kuanggap Mama mertua melainkan Mamaku sendiri, pengganti Mama kandungku di kampung orang.
Sungguh hatiku senang tak terkira, beliau perlakukan aku seperti anaknya sendiri
begitu lembut dan baik sekali. Aku seperti dihujani kasih sayang. Mama siap berdiri di garda terdepan jika ada orang yang berani menyakitiku, termasuk suamiku.

Terimakasih telah mengizinkan aku untuk mencintai anakmu.
Terimakasih telah menyematkan cincin indah di jariku. 
Terimakasih karena telah melahirkan pria yang kita cintai itu.
Terimakasih karena telah merawat dan mengajarkan berbagai hal pada pria yang kita cintai itu.
Terimakasih karena telah selalu memberikan yang terbaik pada Suamiku
 Aku janji, Mama
Aku akan jadi orang pertama yang memastikan kesehatannya.
Aku akan jadi orang yang setia mendengarkan keluh kesahnya.
Aku akan jadi saksi dari semua kesuksesannya.
Aku akan jadi orang yg menyeka keringatnya.
Aku akan jadi orang yg membangunkannya ketika ia tidur terlalu lama.
Aku akan jadi orang yang berada di sampingnya ketika dunia sedang tidak berpihak kepadanya.
Aku akan membuatkan teh terenak untuknya setiap pagi atau kapanpun dia mau.
Aku akan menjadi koki handal untuknya.
Terima kasih Ya Allah doaku telah di kabulkan Terima kasih untuk Mama kandungku yang senantiasa juga telah mendoakanku hingga akhirnya aku memiliki Mama mertua yang sama baiknya dengan dirimu❤❤

Selamat hari Ibu ❤❤ Mama mertua Wa Ode Saleha ❤❤


Sabtu, 10 November 2018

Terima Kasih atas Kerja Kerasmu

Maafkan Aku sayang jika selama ini tak pernah tahu kalau dirimu sangat sibuk bekerja hingga memaksamu untuk berpanas-panasan yang membuat bajumu penuh peluh demi untuk mengumpulkan rupiah sehingga kadang kamu tak sempat membalas pesan dariku atau tidak punya waktu untuk bertemu karena pekerjaan yang super banyak. Mulai dari bekerja di Tambang, mengurus kebun dan mengembala sapi hingga menyita banyak waktumu untuk itu dan memaksamu untuk bekerja lembur walau di tanggal merah tak kenal panas dan hujan.

Maaf kan aku sayang, jika selalu menuntut agar kamu memiliki waktu untukku tanpa pernah memikirkan betapa kamu lelah seusai bekerja dengan memaksamu untuk tetap menemaniku walaupun hanya sekedar mengobrol melalui via telepon.

Maafkan aku yang tak pernah peduli walaupun kamu bilang "maaf sayang, aku sedang lelah sekali hari ini dan seketika itu pula aku pasti langsung ngambek dan hanya membaca pesan darimu tanpa membalasnya, walaupun kamu berkali-kali mengirim pesan.
Maafkan aku juga karena selalu marah jika kamu tidak membalas pesanku dengan cepat, Dan aku selalu bilang "sesibuk apa sih kamu sampai tidak bisa membalas pesan dariku ? apa susahnya sih cuma balas sebentar aja?"
Apa susahnya mengangkat telepon dariku? tanpa pernah mau tahu kamu sedang sibuk luar biasa hingga untuk istirahat saja kamu tidak bisa.
Maafkan aku sayang yang tidak pernah peduli atas keluh kesahmu, hingga terkadang melontarkan kalimat " Tidak usah lebay kalau tidak mau capek tidak usah kerja"

Kini aku mengerti, saat ketika pertama kalinya Aku menemani dirimu beranjak ke kebun, menemanimu memungut jambu, membersihkan daun kering dan ranting yang sudah mati. Entah tiba tiba aku melihatmu dari balik pohon bajumu basah keringatmu bercucuran ketulusanmu mengerjakan semua itu membuat air mataku tak dapat lagi kubendung, Aku membayangkan betapa egoisnya diriku ini aku tidak tahu betapa berat beban yang harus dipikulnya aku tidak tahu seberapa berat pekerjaannya, yang aku tahu hanya bisa menuntut kamu kemana? Chatku kenapa tidak dibalas? Teleponku tidak diangkat? Ya Allah air mata itu terus bercucuran hingga suara tangisku meledak seketika dan di dengar olehnya lalu ia datang menghampiri dan bertanya kepadaku ada apa? Apa kamu baik baik saja? Kenapa menangis terseduh seduh? Lalu kujawab maafkan atas segala tuntutan dan keegoisanku aku tidak pernah tahu betapa berat pekerjaan ini maafkan aku jika pada saat yang telah lalu keluhanmu tidak pernah kugubris.

Hingga Kini ku telah mengerti, hingga kini mataku terbuka lebar, hingga kini ku sadar kalau sibukmu itu sedang mencari uang demi menghalalkanku, demi masa depan kita.
Terima kasih pahlawanku terima kasih CintaKu Terima Kasih atas semua kerja Kerasmu.

Jumat, 02 November 2018

Buah SABAR itu MANIS

Di balik hujan deras dan petir yang menyambar akan ada sebuah pelangi yang indah. Seekor ulat bulu yang menggelikan akan bermetamorfosis menjadi seekor kupu-kupu yang yang cantik. Diperlukan penantian yang panjang bagi pelangi maupun kupu-kupu untuk menunjukkan keindahannya. 

Begitu pula dengan diriku,  untuk memperoleh hasil yang manis, tidak peduli seberapa lama Aku harus  bersabar untuk menunggu. 

Orang bilang hal yang paling membosankan  adalah Menunggu. Benarkah? Jawabku Tidak....
Menunggu itu hanya membutuhkan sedikit kesabaran. Coba tanyakan padaku  “berapa lama Aku harus bersabar dalam penantian?” Jawabannya ” hanya sebentar saja”. Kurang lebih 4 tahun atau  sekurangnya 1460 hari. Waktu yang sebentar bukan??
Bagiku menunggu untuk Bersabar bukan hanya tetap berada pada lingkup yang sama, bukan pula hanya diam menunggu ditempat.  Namun berdoa dan  bermunajat pada Allah, denganNya membawaku tenang dan  membuka jalan bagi jodohku untuk datang menghampiri.

Jika seketika rasa rindu dan jenuh itu tiba, terkadang aku ingin menyerah dan berkata sudahlah sudah cukup sabarku ini. Tapi kumengingat kembali ketika aku ingin memulai dan pada akhirnya aku tetap memilih untuk bersabar dalam waktu yang terbatas, meohon kepada Rabbi agar senantiasa diberi kesabaran yang tak terbatas, sabar dalam menanti dan bermunajat kepada sang pemilik cinta, bermohon agar hati ini tetap ditenangkan. Karena kutahu Dia mengetahui apa yang kau Aku inginkan. Karena Allah  Maha Segalanya, yang tidak mungkin  menjadi mungkin, Yang tidak terjadi bisa terjadi.

Selama itu pula, Aku terus memperbaiki diri, ujian demi ujian kulewati, rasa rindu yang terus datang menghampiri tak kenal waktu tak kenal tempat, terkadang jenuh itupun datang kembali lagi kepadaku lagi lagi diriku ingin menyerah. Dan  berkata “aku   sudah menunggu terlalu lama, Aku punya kesabaran Tuhan dan inilah batas kesabaranku”.
Dan sektika kembali ku tersadar bahwa sabar itu tidak ada batasnya. Karena kesabaran bukan sekedar sifat, ia bagian dari syariat. Bersabar itu sepanjang masa, Sabar itu bukan menahan emosi, tapi  mengendalikan agar emosi tertata.
Dalam kesabaranku menanti dirinya datang, aku terus memperbaiki kualitas diriku dan tetap bermunajat pada Sang Maha Pemilik Cinta. Karena cinta yang Aku tunggu akan tetap berlabuh pada diriku.

Hingga saatnya Minggu, 21 Oktober 2018 pukul 10.00 WITA Haru dan bahagia menjadi satu ketika kata itu terucap langsung dari mulutnya. Indah dan tenang rasanya ketika penghulu dan para saksi mengucapkan kata “SAH”. Semua doa yang ku panjatkan Alhamdulillah didengar dan dijawab oleh Allah SWT. Yaa Rabb, hati saya berbisik, Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?).

Inikah buah dari Sabar itu? Memang betul bahwa buah dari kesabaran selalu manis.
Yaa Allah, terima kasih banyak atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku. Terima kasih telah senantiasa membantuku dan menjadikan semuanya mudah. Terima kasih telah menjaga hubungan ini sampai pada ikatan yang suci. Terima kasih juga kepada suamiku Rasdinal yang telah menepati janjinya.

Ya Rabb Jadikanlah rasa sayang dan cinta ini tidak melebihi rasa sayang dan cinta kami kepadaMu Rabbi..
Doa kami, jadikanlah rumah tangga ini rumah tangga yang penuh cinta karenaMu. Yang selalu bahagia dan bersyukur atas nikmat yang diberikan olehMu. Jadikanlah kami keluarga yang Sakinah Mawaddah Wa Rahmah yang memiliki keturunan yang sholeh dan sholehah. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin..



Popular Posts