Kamis, 20 Desember 2018

Teruntuk Ibu yang telah melahirkan Suamiku, Aku mencintaimu ❤

Bicara soal pahlawan, aku kagum dengan seorang ibu yang melahirkan dan membesarkan suamiku. Ya,,, ibu mertua. Ibu mertuaku yang kupanggil "Mama" adalah seorang wanita yang luar biasa, hebat, partner bisnis yang hebat dan strong Woman. Hubungan kami  akrab, tidak semenyeramkan cerita di serial televisi.
Mama adalah orang yang sederhana. Pekerjaan utamanya berdagang di pasar menjual pakaian, Kadang seminggu sekali naik di gunung menjajakan dagangannya. Pernah sekali saya di bawa oleh Suamiku ke lokasi Mama menjajakan dagangannya, di atas motor dia menceritakan jika Mama berjalan kaki dari pintu ke pintu menenteng dagangannya, tak bisa kujelaskan seperti apa medannya disana yang pasti sepulang dari gunung tulangku serasa ingin patah dan rasanya tidak ingin menginjakkan kaki lagi disanaπŸ€’πŸ€’ di atas motor sambil suamiku menceritakan semua tanpa sepengetahuannya Aku meneteskan air mata betapa berat perjuangannya. Dengan segenap kemampuannya berjuang untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang salah satunya menjadi suamiku. Beliau berhasil membentuk karakter anak yang bertanggung jawab, pengertian, dan penyayang seperti Suamiku. Mama sukses memerankan takdirnya menjadi seorang ibu sekaligus ayah bagi anak-anaknya.
Kesabarannya seperti tanpa tepi, mengedepankan syukur di atas segalanya. Pahit manis tetap disyukuri.
Pahlawan bukan sekadar bersikap heroik saja, melainkan mampu mengorbankan ego untuk sebuah kasih sayang tulus juga merupakan sebuah sifat kepahlawanan. Tak sedikitpun Mama menuntut suamiku untuk menomorsatukan beliau. Justru aku yang selalu diutamakan. Aku cinta Mama mertuaku seperti halnya aku mencintai Mama kandungku sendiri.
Mama yang dulu kupanggil dengan sapaan tante, kini telah menjadi "Mama" Mama mertua yang tidak pernah kuanggap Mama mertua melainkan Mamaku sendiri, pengganti Mama kandungku di kampung orang.
Sungguh hatiku senang tak terkira, beliau perlakukan aku seperti anaknya sendiri
begitu lembut dan baik sekali. Aku seperti dihujani kasih sayang. Mama siap berdiri di garda terdepan jika ada orang yang berani menyakitiku, termasuk suamiku.

Terimakasih telah mengizinkan aku untuk mencintai anakmu.
Terimakasih telah menyematkan cincin indah di jariku. 
Terimakasih karena telah melahirkan pria yang kita cintai itu.
Terimakasih karena telah merawat dan mengajarkan berbagai hal pada pria yang kita cintai itu.
Terimakasih karena telah selalu memberikan yang terbaik pada Suamiku
 Aku janji, Mama
Aku akan jadi orang pertama yang memastikan kesehatannya.
Aku akan jadi orang yang setia mendengarkan keluh kesahnya.
Aku akan jadi saksi dari semua kesuksesannya.
Aku akan jadi orang yg menyeka keringatnya.
Aku akan jadi orang yg membangunkannya ketika ia tidur terlalu lama.
Aku akan jadi orang yang berada di sampingnya ketika dunia sedang tidak berpihak kepadanya.
Aku akan membuatkan teh terenak untuknya setiap pagi atau kapanpun dia mau.
Aku akan menjadi koki handal untuknya.
Terima kasih Ya Allah doaku telah di kabulkan Terima kasih untuk Mama kandungku yang senantiasa juga telah mendoakanku hingga akhirnya aku memiliki Mama mertua yang sama baiknya dengan dirimu❤❤

Selamat hari Ibu ❤❤ Mama mertua Wa Ode Saleha ❤❤


Sabtu, 10 November 2018

Terima Kasih atas Kerja Kerasmu

Maafkan Aku sayang jika selama ini tak pernah tahu kalau dirimu sangat sibuk bekerja hingga memaksamu untuk berpanas-panasan yang membuat bajumu penuh peluh demi untuk mengumpulkan rupiah sehingga kadang kamu tak sempat membalas pesan dariku atau tidak punya waktu untuk bertemu karena pekerjaan yang super banyak. Mulai dari bekerja di Tambang, mengurus kebun dan mengembala sapi hingga menyita banyak waktumu untuk itu dan memaksamu untuk bekerja lembur walau di tanggal merah tak kenal panas dan hujan.

Maaf kan aku sayang, jika selalu menuntut agar kamu memiliki waktu untukku tanpa pernah memikirkan betapa kamu lelah seusai bekerja dengan memaksamu untuk tetap menemaniku walaupun hanya sekedar mengobrol melalui via telepon.

Maafkan aku yang tak pernah peduli walaupun kamu bilang "maaf sayang, aku sedang lelah sekali hari ini dan seketika itu pula aku pasti langsung ngambek dan hanya membaca pesan darimu tanpa membalasnya, walaupun kamu berkali-kali mengirim pesan.
Maafkan aku juga karena selalu marah jika kamu tidak membalas pesanku dengan cepat, Dan aku selalu bilang "sesibuk apa sih kamu sampai tidak bisa membalas pesan dariku ? apa susahnya sih cuma balas sebentar aja?"
Apa susahnya mengangkat telepon dariku? tanpa pernah mau tahu kamu sedang sibuk luar biasa hingga untuk istirahat saja kamu tidak bisa.
Maafkan aku sayang yang tidak pernah peduli atas keluh kesahmu, hingga terkadang melontarkan kalimat " Tidak usah lebay kalau tidak mau capek tidak usah kerja"

Kini aku mengerti, saat ketika pertama kalinya Aku menemani dirimu beranjak ke kebun, menemanimu memungut jambu, membersihkan daun kering dan ranting yang sudah mati. Entah tiba tiba aku melihatmu dari balik pohon bajumu basah keringatmu bercucuran ketulusanmu mengerjakan semua itu membuat air mataku tak dapat lagi kubendung, Aku membayangkan betapa egoisnya diriku ini aku tidak tahu betapa berat beban yang harus dipikulnya aku tidak tahu seberapa berat pekerjaannya, yang aku tahu hanya bisa menuntut kamu kemana? Chatku kenapa tidak dibalas? Teleponku tidak diangkat? Ya Allah air mata itu terus bercucuran hingga suara tangisku meledak seketika dan di dengar olehnya lalu ia datang menghampiri dan bertanya kepadaku ada apa? Apa kamu baik baik saja? Kenapa menangis terseduh seduh? Lalu kujawab maafkan atas segala tuntutan dan keegoisanku aku tidak pernah tahu betapa berat pekerjaan ini maafkan aku jika pada saat yang telah lalu keluhanmu tidak pernah kugubris.

Hingga Kini ku telah mengerti, hingga kini mataku terbuka lebar, hingga kini ku sadar kalau sibukmu itu sedang mencari uang demi menghalalkanku, demi masa depan kita.
Terima kasih pahlawanku terima kasih CintaKu Terima Kasih atas semua kerja Kerasmu.

Jumat, 02 November 2018

Buah SABAR itu MANIS

Di balik hujan deras dan petir yang menyambar akan ada sebuah pelangi yang indah. Seekor ulat bulu yang menggelikan akan bermetamorfosis menjadi seekor kupu-kupu yang yang cantik. Diperlukan penantian yang panjang bagi pelangi maupun kupu-kupu untuk menunjukkan keindahannya. 

Begitu pula dengan diriku,  untuk memperoleh hasil yang manis, tidak peduli seberapa lama Aku harus  bersabar untuk menunggu. 

Orang bilang hal yang paling membosankan  adalah Menunggu. Benarkah? Jawabku Tidak....
Menunggu itu hanya membutuhkan sedikit kesabaran. Coba tanyakan padaku  “berapa lama Aku harus bersabar dalam penantian?” Jawabannya ” hanya sebentar saja”. Kurang lebih 4 tahun atau  sekurangnya 1460 hari. Waktu yang sebentar bukan??
Bagiku menunggu untuk Bersabar bukan hanya tetap berada pada lingkup yang sama, bukan pula hanya diam menunggu ditempat.  Namun berdoa dan  bermunajat pada Allah, denganNya membawaku tenang dan  membuka jalan bagi jodohku untuk datang menghampiri.

Jika seketika rasa rindu dan jenuh itu tiba, terkadang aku ingin menyerah dan berkata sudahlah sudah cukup sabarku ini. Tapi kumengingat kembali ketika aku ingin memulai dan pada akhirnya aku tetap memilih untuk bersabar dalam waktu yang terbatas, meohon kepada Rabbi agar senantiasa diberi kesabaran yang tak terbatas, sabar dalam menanti dan bermunajat kepada sang pemilik cinta, bermohon agar hati ini tetap ditenangkan. Karena kutahu Dia mengetahui apa yang kau Aku inginkan. Karena Allah  Maha Segalanya, yang tidak mungkin  menjadi mungkin, Yang tidak terjadi bisa terjadi.

Selama itu pula, Aku terus memperbaiki diri, ujian demi ujian kulewati, rasa rindu yang terus datang menghampiri tak kenal waktu tak kenal tempat, terkadang jenuh itupun datang kembali lagi kepadaku lagi lagi diriku ingin menyerah. Dan  berkata “aku   sudah menunggu terlalu lama, Aku punya kesabaran Tuhan dan inilah batas kesabaranku”.
Dan sektika kembali ku tersadar bahwa sabar itu tidak ada batasnya. Karena kesabaran bukan sekedar sifat, ia bagian dari syariat. Bersabar itu sepanjang masa, Sabar itu bukan menahan emosi, tapi  mengendalikan agar emosi tertata.
Dalam kesabaranku menanti dirinya datang, aku terus memperbaiki kualitas diriku dan tetap bermunajat pada Sang Maha Pemilik Cinta. Karena cinta yang Aku tunggu akan tetap berlabuh pada diriku.

Hingga saatnya Minggu, 21 Oktober 2018 pukul 10.00 WITA Haru dan bahagia menjadi satu ketika kata itu terucap langsung dari mulutnya. Indah dan tenang rasanya ketika penghulu dan para saksi mengucapkan kata “SAH”. Semua doa yang ku panjatkan Alhamdulillah didengar dan dijawab oleh Allah SWT. Yaa Rabb, hati saya berbisik, Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?).

Inikah buah dari Sabar itu? Memang betul bahwa buah dari kesabaran selalu manis.
Yaa Allah, terima kasih banyak atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku. Terima kasih telah senantiasa membantuku dan menjadikan semuanya mudah. Terima kasih telah menjaga hubungan ini sampai pada ikatan yang suci. Terima kasih juga kepada suamiku Rasdinal yang telah menepati janjinya.

Ya Rabb Jadikanlah rasa sayang dan cinta ini tidak melebihi rasa sayang dan cinta kami kepadaMu Rabbi..
Doa kami, jadikanlah rumah tangga ini rumah tangga yang penuh cinta karenaMu. Yang selalu bahagia dan bersyukur atas nikmat yang diberikan olehMu. Jadikanlah kami keluarga yang Sakinah Mawaddah Wa Rahmah yang memiliki keturunan yang sholeh dan sholehah. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin..



Sabtu, 08 September 2018

Tips Cocok menjadi Peliput Pemula

Jika Anda kuliah di fakultas ilmu komunikasi, khususnya jurusan jurnalistik, maka liputan merupakan kegiatan ibaratnya menjadi teman sehari-hari Anda. Saya mau berbagi tips cocok ala saya menjadi peliput pemula berdasarkan pengalaman yang saya lakukan ketika awal dan pertama kali terjun langsung ke lapangan ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum melakukan liputan.

1. Persiapkan Peralatan 
Peralatan dan perlengkapan merupakan hal yang sangat penting dalam liputan istilahnya sedia payung sebelum hujan atau sedia senjata sebelum perang πŸ˜‚. Sebelum liputan, pastikan semua perlengkapan sudah siap.
Pastikan baterai kamera terisi penuh/cukup, dan memori tidak full. Intinya pastikan kamera dan perlengkapannya siap. Kalau peralatan dan perlengkapan siap tentu kita akan lebih siap dalam menjalani liputan.

2. Kuasai dan Pahami Topik Liputan 
Seorang jurnalis tidak boleh datang ke lapangan dengan kepala kosong, harus memahami terlebih dahulu konteks peristiwa/hal yang akan diliput, sehingga kerja bisa optimal dan tidak  terlihat  bodoh di mata narasumber.

3. Memahami isu yang berkembang. 
Seorang jurnalis harus mengetahui isu yang sedang berkembang baik dalam skala regional maupun nasional bahkan internasional hal ini perlu dilakukan agar wartawan tidak gagap saat di lapangan.

4. Ketahui Latar Belakang Narasumber 
Ketika kita akan melakukan proses wawancara, maka pastikan kita tahu seperti apa latar belakang narasumber. Dengan mengetahuinya, kita akan lebih nyaman untuk melakukan proses wawancara. Hal penting Narasumber yang diwawancaraipun adalah orang yang mempunyai kompetensi dibidangnya, jabatan dan latar belakang akademis sehingga berita dan informasi lebih valid.

5. Cari Tahu Cara Menjangkau Lokasi Liputan 
Menjumpai narasumber kadang tidaklah mudah, kadang puluhan (bahkan ratusan) kilometer harus dijelajah demi sampai di tempat narasumber,  perhatikan pula jarak dan Kemacaten arus lalu lintas  agar cepat sampai dilokasi hal ini juga sebagai pembelajaran kepada jurnalis untuk mengelola waktu sebaik mungkin.

6. Tentukan Angle Berita 
Pastikan Anda sudah membayangkan kira-kira angle beritanya seperti dengan mengetahui angle/memiliki gambaran berita apa yang akan ditulis, kita akan tahu informasi apa saja yang harus kita dapatkan dari narasumber.

7. Kartu identitas
Sebagai bukti pengenal dan promosi agar narasumber lebih mudah mengenali Anda.

    Namun, persiapan tersebut tidak ada apa-apanya jika seorang peliput atau wartawan tidak memiliki kesehatan fisik yang baik, cuaca yang tidak menentu, jam kerja yang juga tidak menentu dan adanya deadline ketat dapat berpotensi mengganggu kesehatan. 
Tugas seorang wartawan memang berat, tetapi lebih berat lagi jika ia tidak bisa menjaga kesehatan. Jika kesehatan mulai terganggu seperti munculnya gejala influenza seperti demam, sakit kepala dan batuk saya selalu sedia mixagrip yang saya percaya ampuh menyembuhkan  gejala tersebut, dibarengi dengan  istirahat sehari besoknya bisa beraktifitas kembali 😍

MIXAGRIP COCOK πŸ˜‰

Demikianlah tips cocok dari saya semoga menjadi tambahan referensi bagi teman-teman yang akan terjun ke dunia jurnalistik.


Selasa, 14 Agustus 2018

Ketika Rindu ini datang dan Datang Lagi


Rindu ini datang dan datang lagi tapi kusadari pertemuan belum bisa terwujud, ini adalah soal waktu. Rasa Rindu itu manusiawi, Jadi wajar saja jika tiba tiba rindu itu datang menghampiriku, datang dan datang lagi, jadi wajar saja jika diriku akan menjadi lemah ketika rasa rindu hadir menyergap hatiku. Bisa saja logika ku menolaknya, tapi di titik ini aku pun akan paham bahwa otak dan hati tak lagi bisa disinkronisasi. Rindu juga seringnya tak dapat ditebak kapan datangnya. Rasa ini begitu menyiksa, terpisah jarak ratusan atau bahkan ribuan kilometer membuatku tak bisa langsung menatap wajahnya. Mengungkapkan rindu pun nyatanya tak pernah sederhana, kadang mengungkapkan rindu malah membuat rasa ini tak kunjung reda. Namun aku memilih untuk tetap mengungkapkannya  demi mendapat balsan kata rindu darinya, Apapun asal rindu ini tidak mengendap di dada, yang hingga tiba-tiba meledak seketika, membuatku terkadang menangis dalam keheningan malam, yang membuatku terpenjara oleh rasanya hingga kubawa kedalam mimpiku. Walau tak bisa menyentuh dan menatap langsung matanya,  aku cukup lega ketika dapat memastikan kalau dirinya disana baik-baik saja. Perkara rindu tak serta merta selesai hanya dengan mendengar suaranya dari via telepon, yang aku inginkan hanya bertemu dengan segera tapi kusadari bahwa waktu itu belum juga terwujud.

Aku tak tahu apa yang mesti kulakukan terhadap rindu yang begitu membelenggu, menghilangkan bisikan rindu ini  dengan cara ini sedikit bisa mengobati, dengan mengembalikan rinduku pada Tuhan, hatiku yang tengah disiksa rindu bisa terobati. Biarlah semesta yang menyampaikan.

Karena tak pernah ada rindu yang sederhana. Bahkan, sebuah pertemuan pun tak menjamin bahwa rindu akan benar-benar tertuntaskan. Bilakah kerinduan ini akan terurai dari simpulannya?  Penantian dan harapan selalu kusandarkan.

Kamis, 17 Mei 2018

Merindukan Senja,,,,,





Senja, dia adalah seorang ayah yang  telah mengisi setiap kehidupan bagi lelaki yang kucintai itu, dia hadir ketika lelaki itu jatuh dan sulit untuk bangkit kembali, dia adalah vitamin penyemangat yang ampuh mengusir kegalauan hati di dalam keluarga itu. Seorang ayah yang bertubuh kecil, bersuara ringkih dan penuh misteri  saat awal ku bertemu dengannya, sesaat kemudian muncul senyuman manis dari bibirnya tanpa kusadari akupun membalas senyumannya, senyuman yang baru kulihat, senyum yang memancarkan ketulusan dari dalam hati. Dia yang melihatku terdiam akhirnya memberanikan diri untuk bertanya, mungkin aku diantara ribuan  orang yang beruntung mengenalmu, walaupun hanya terbilang tiga hari bersamamu, mungkin aku orang yang beruntung bisa berfoto diantara ribuan orang yang engkau kenal,  darimu aku tahu sedikit tentang Islam, darimu pula aku tahu karakter anakmu. Mungkin aku pula seseorang diantara ribuan orang yang merindukanmu.

Engkau telah pergi, pergi tanpa pernah kembali. Kepergianmu membuatku mengerti bahwa rindu yang paling menyakitkan adalah merindukan seseorang yang telah tiada. Namun kepergianmu pun mengajarkan bahwa tuhan selalu ada untuk mendengarkan segala doa dan harapan. Senja memang telah tiada. Dia bukan lagi pergi untuk sementara namun dia pergi dan tak pernah kembali, dia kembali kepada Sang Pencipta. Dia sudah tenang di alam sana. Senja yang tenggelam, menyisahkan ruang kerinduan. Senja yang tenggelam akan menjadi melodi dalam kedamaian. Senja yang tenggelam memberikan banyak kenangan.
Senja yang tenggelam menyimpan sejuta memori kebersamaan. Senja yang tenggelam itu menyisakkan rasa sesak di dada terutama lelaki yang kucintai itu.

Senja, walau ragamu tak lagi di sisi, walau dirimu tidak lagi berpijak pada bumi yang sama, dan walau kini dirimu telah berbeda dimensi, aku percaya di suatu tempat sana doa dan harapan tulus kami, lelaki yang kucintai dan keluarga itu akan selalu sampai padamu melalui tuhan.

Semoga tenang di alam sana disisi Tuhan yang Maha  Kuasa πŸ˜‡πŸ˜‡
                                                                                    KAMIS 17 MEI 2018.

Rabu, 18 April 2018

Karena, Setia itu MAHAL

Jika banyak yang mengatakan  syarat untuk menikahi seorang wanita adalah cinta. Dengan cinta, seolah kehidupan akan berjalan dengan mudahnya. Namun beda denganku. Perkara cinta jangan lagi dipertanyakan, karenanya cinta untukmu melimpah selalu aku berikan kepadamu "Megawatiku" yaa seperti itulah kalimat romantis yang selalu kau ucap setiap hari menyambut pagi dan malam mengantar tidurku. Tetapi engkaupun selalu berkata Aku lelaki akan malu jika melamarmu hanya memiliki modal cinta, oleh karena itu sebagai lelaki aku harus bekerja keras agar bisa menikahimu. Walaupun terkadang kata kata ini menggelitik di telingaku. 
Setiap aku mengeluh menceritakan kepadamu bagaimana teman temanku dengan pasangannya kamu selalu meminta maaf dan berkata Megha ketahuilah aku mungkin bukan pria yang romantis yang setiap hari mengajakmu jalan dan makan bersama seperti keinginan wanita kebanyakan, aku juga merasakan hal demikian, menahan rindu menahan cemburu tapi aku  bersungguh sungguh disini dalam bekerja agar rindu yang selalu kau utarakan segera terwujud, aku disini bersungguh sungguh agar semua kerja keras yang aku lakukan menjadi bukti bahwa aku tidak akan membiarkan kamu kelak hidup kesusahan. Aku akan membahagiakanmu, dengan cara tidak akan membiarkanmu merasakan pahitnya hidup bersamaku nanti.
Bukannya ingin mempermainkan perasaanmu dengan tak segera mengajak berkomitmen lebih lanjut. Karena buatku, menikahi seorang wanita tidak cukup memiliki cinta serta pengertian semata. Di pundakku nanti, akan ada tanggung jawab besar sebagai suami. Katamu yang membuatku tak ingin mencari yang lain selain dirimu, Tenanglah, aku tidak akan membiarkan kamu menungguku terlalu lama. Percayalah kerja kerasku adalah bukti nyata aku mencintaimu. 
Mungkin jika sekarang aku datang untuk melamar, orang tuamu juga tidak akan mempersulit jalanku, karena mereka tahu kita saling sayang, sambil menunggu waktu itu akan tiba aku juga akan terus belajar untuk jadi imam yang bisa menuntunmu ke dalam sebuah keluarga yang baik lagi dan lagi. Setidaknya denganku nanti, soal beribadah kita tak lagi malas untuk menjalankannya. 

Popular Posts