Kamis, 17 Mei 2018

Merindukan Senja,,,,,





Senja, dia adalah seorang ayah yang  telah mengisi setiap kehidupan bagi lelaki yang kucintai itu, dia hadir ketika lelaki itu jatuh dan sulit untuk bangkit kembali, dia adalah vitamin penyemangat yang ampuh mengusir kegalauan hati di dalam keluarga itu. Seorang ayah yang bertubuh kecil, bersuara ringkih dan penuh misteri  saat awal ku bertemu dengannya, sesaat kemudian muncul senyuman manis dari bibirnya tanpa kusadari akupun membalas senyumannya, senyuman yang baru kulihat, senyum yang memancarkan ketulusan dari dalam hati. Dia yang melihatku terdiam akhirnya memberanikan diri untuk bertanya, mungkin aku diantara ribuan  orang yang beruntung mengenalmu, walaupun hanya terbilang tiga hari bersamamu, mungkin aku orang yang beruntung bisa berfoto diantara ribuan orang yang engkau kenal,  darimu aku tahu sedikit tentang Islam, darimu pula aku tahu karakter anakmu. Mungkin aku pula seseorang diantara ribuan orang yang merindukanmu.

Engkau telah pergi, pergi tanpa pernah kembali. Kepergianmu membuatku mengerti bahwa rindu yang paling menyakitkan adalah merindukan seseorang yang telah tiada. Namun kepergianmu pun mengajarkan bahwa tuhan selalu ada untuk mendengarkan segala doa dan harapan. Senja memang telah tiada. Dia bukan lagi pergi untuk sementara namun dia pergi dan tak pernah kembali, dia kembali kepada Sang Pencipta. Dia sudah tenang di alam sana. Senja yang tenggelam, menyisahkan ruang kerinduan. Senja yang tenggelam akan menjadi melodi dalam kedamaian. Senja yang tenggelam memberikan banyak kenangan.
Senja yang tenggelam menyimpan sejuta memori kebersamaan. Senja yang tenggelam itu menyisakkan rasa sesak di dada terutama lelaki yang kucintai itu.

Senja, walau ragamu tak lagi di sisi, walau dirimu tidak lagi berpijak pada bumi yang sama, dan walau kini dirimu telah berbeda dimensi, aku percaya di suatu tempat sana doa dan harapan tulus kami, lelaki yang kucintai dan keluarga itu akan selalu sampai padamu melalui tuhan.

Semoga tenang di alam sana disisi Tuhan yang Maha  Kuasa πŸ˜‡πŸ˜‡
                                                                                    KAMIS 17 MEI 2018.

Rabu, 18 April 2018

Karena, Setia itu MAHAL

Jika banyak yang mengatakan  syarat untuk menikahi seorang wanita adalah cinta. Dengan cinta, seolah kehidupan akan berjalan dengan mudahnya. Namun beda denganku. Perkara cinta jangan lagi dipertanyakan, karenanya cinta untukmu melimpah selalu aku berikan kepadamu "Megawatiku" yaa seperti itulah kalimat romantis yang selalu kau ucap setiap hari menyambut pagi dan malam mengantar tidurku. Tetapi engkaupun selalu berkata Aku lelaki akan malu jika melamarmu hanya memiliki modal cinta, oleh karena itu sebagai lelaki aku harus bekerja keras agar bisa menikahimu. Walaupun terkadang kata kata ini menggelitik di telingaku. 
Setiap aku mengeluh menceritakan kepadamu bagaimana teman temanku dengan pasangannya kamu selalu meminta maaf dan berkata Megha ketahuilah aku mungkin bukan pria yang romantis yang setiap hari mengajakmu jalan dan makan bersama seperti keinginan wanita kebanyakan, aku juga merasakan hal demikian, menahan rindu menahan cemburu tapi aku  bersungguh sungguh disini dalam bekerja agar rindu yang selalu kau utarakan segera terwujud, aku disini bersungguh sungguh agar semua kerja keras yang aku lakukan menjadi bukti bahwa aku tidak akan membiarkan kamu kelak hidup kesusahan. Aku akan membahagiakanmu, dengan cara tidak akan membiarkanmu merasakan pahitnya hidup bersamaku nanti.
Bukannya ingin mempermainkan perasaanmu dengan tak segera mengajak berkomitmen lebih lanjut. Karena buatku, menikahi seorang wanita tidak cukup memiliki cinta serta pengertian semata. Di pundakku nanti, akan ada tanggung jawab besar sebagai suami. Katamu yang membuatku tak ingin mencari yang lain selain dirimu, Tenanglah, aku tidak akan membiarkan kamu menungguku terlalu lama. Percayalah kerja kerasku adalah bukti nyata aku mencintaimu. 
Mungkin jika sekarang aku datang untuk melamar, orang tuamu juga tidak akan mempersulit jalanku, karena mereka tahu kita saling sayang, sambil menunggu waktu itu akan tiba aku juga akan terus belajar untuk jadi imam yang bisa menuntunmu ke dalam sebuah keluarga yang baik lagi dan lagi. Setidaknya denganku nanti, soal beribadah kita tak lagi malas untuk menjalankannya. 

Jumat, 06 April 2018

Kenapa Aku Bisa Menunggumu?


Ketika aku mulai lelah, aku selalu mengatakan bahwa "Aku sudah lelah kamu harus pergi. Sudah di ubun ubun rasanya muakku ini. Entah apa yang ada dalam pikiranku sekarang, sudah jangan tinggalkan jejak hati atau apapun itu denganku Jelas aku sudah tidak ingin mengingatmu lagi" tapi aku selalu ingat bahwa seperti ini akan membuatku kehilanganmu. Aku tetap bersabar menunggumu dan dilandasi dengan keyakinan yang kuat. Aku akan selalu bisa menunggumu dengan sabar, karena aku yakin, kesabaran dan penantianku akan membuahkan hasil. Karena selalu ada hasil dari apa yang aku tunggu dengan sabar aku selalu percaya akan hal itu,  karena menunggu itu merupakan bukti yang nyata dari seseorang yang mencintai. Semua orang bisa mengatakan CINTA tapi tidak semua orang bisa menunggu dan setia. Aku  mampu menunggumu dan tidak berpaling darimu walaupun ada 2 hingga 5 yang menawarkan Cinta, aku tetap memilih setia. 
Mampu tetap setia pada satu hati dan tidak pernah berpaling dari itu sangatlah sulit. Inilah uang selama ini aku genggam erat. Meskipun Aku tahu, saat aku mencoba setia denganmu maka cobaan akan datang silih berganti untuk menggoda komitmenku ini. Aku tahu jika menjadi orang yang setia  tidaklah mudah, bahkan banyak cibiran yang mengatakan setia dengan satu pasangan merupakan tanda orang lebay dan  kolot dan kau percaya bahwa dirinya disana juga setia? Namun aku tetap yakin jika komitmen ku ini benar dan aku bisa menjalaninya. Karena Menunggu Seseorang, Tetap Setia Kepada Satu Hati Dan Membuktikannya Bahwa Dia Benar-Benar Mencintai Itu Sangat Sulit. 

Sabtu, 31 Maret 2018

Gara-gara Kamu dan Menwa Aku Jatuh CINTA


Awal dari sebuah rasa manis akan tetap manis jika kita pintar mengolah rasa manis itu agar tetap manis. Tunggulah sampai manis itu akan datang dan setialah selalu   bukankah menunggu itu bersabar untuk setia?Menunggu itu sangat erat dengan kesetiaan dan masa-masa menunggu adalah ujian kesetiaan bersabarlah untuk tetap menjadi setia, karena tergesa-gesa membuat prosesnya tak terasa nikmat. Ini yang saya katakan menunggu dengan sabar dan tetap setia itu sulit. Tapi benarkah sebegitu sulit? Bukankah kita sudah bertahan dan bersabar sejauh ini? bukannya selalu ada Sang Maha Pengasih yang selalu mendengarkan cerita, keluh dan curhat kita? bukankah saat lelah diri, memandang wajah orangtua lelahnya tak terasa lagi? bukankah Tuhan itu Maha Menepati Janji? Bukannya kita diciptakan berpasang-pasangan? bukannya proses yang baik hasilnya akan baik juga? bukannya selalu percaya kalau semua akan indah pada waktunya karena manisnya hidup kita yang tentukan.
Semangat bersabar untuk setia. Karena tergesa-gesa membuat prosesnya tak nikmat Kita memang terlalu banyak menuntut dan terlalu banyak lupa. Banyak menuntut akan keinginan yang kita sukai bukan yang Allah SWT sukai. Dan banyak lupa, bahwa doa-doa kita lebih banyak dikabulkannya daripada yang tidak. Bukankah begitu? Kita tidak perlu menunggu segala sesuatunya sempurna untuk memulai sesuatu. Yang kita perlukan adalah sebuah tindakan, tindakan untuk memulai,Kehidupan itu seimbang, ada kesulitan pasti ada kemudahan. Dan hidup adalah proses menunggu. Menunggu mati, menunggu hasil dari sebuah usaha, menunggu perjalanan doa, dan menunggu pasangan hidup serta keturunan.
Manisnya cinta dari sebuah perjalanan cinta memang berbeda-beda tergantung siapa yang menjalaninya dan siapa yang akan selalu berkorban dan bertahan untuk cinta. Terkadang muncul dibenak saya cinta itu hanya pembodohan, menguras hati, makan hati, sakit hati, menghabiskan waktu, energi, dan mengorbankan perasaan. Aku mengatakan demikian karena dulu kupernah merasakan jatuh cinta hanya manis diawal sehingga kutakut jatuh cinta lagi. Aku pernah setia tapi dihianati, aku pernah menunggu tapi sia-sia, sehingga dibenakku akan cinta itu  buruk, buruk daripada yang buruk. Aku pernah berjanji pada diriku sendiri aku tidak akan jatuh cinta lagi. Tapi  tak ada satu orangpun yang bisa lari dari kenyataan cinta. Cinta adalah  kodrat dari sang Ilahi yang dijatuhkan kepada setiap insan. Tapi saat kubertemu dengannya dan mengenalnya sosoknya yang berbeda dengan pria lain memnuatku kagum terpanah dan melupakan cinta yang dahulu menyakitiku dan aku percaya dialah pria terbaik yang pernah aku kenal.
Kuawali perjumpaan dan perkenalanku dengannya. Sebut saja namaku Irma teman-teman kampus sering memanggilku iron women karena sosokku dan kepribadianku yang sedikit tomboy, keras kepala, susah diatur dan bersuara besar serta sangat menyukai hal yang penuh dengan tantangan. Aku memilih satu organisasi di Kampus yang berlatar belakang penuh dengan kekerasan, latihannyapun sedikit berbau semi militer, disini aku dilati, dibina dan dididik untuk memnentuk kesiapan mental dan sedikit membentuk pribadi dan watakku yang keras kepala aku sangat suka organisasi ini karena memang jiwaku ada pada organisasi ini yakni Menwa Resimen Mahasiswa yang sebagian besar orang menyebutnya tentara kampus.
Tidak ada seorang perempuanpun dikelasku yang tertarik di organisasi yang aku geluti ini, mereka takut akan kekerasan. Resimen mahasiswa ialah organisasi yang terkenal di Indonesia dan hampir semua perguruan tinggi yang ada di Indonesia memiliki organisasi ini.
Pada tanggal 28 maret 2014 salah satu satuan yakni satuan 701 mengadakan lomba Lintas Medan dan Wisata Prasejarah yang diadakan di Bantimurung, Leang-leang dan sekitarnya untuk seluruh satuan yang ada di Indonesia seluruh Menwa hadir dan satuankupun di undang. Tapi Aku tidak diizinkan oleh atasan untuk ikut karena resikonya terlalu besar, tapi entah apalah yang membuatku bersih keras dan ngelotot untuk ikut, meskipun orang-orang disatuan terus melarang dan sempat terjadi perang mulut dan akhirnya mereka membiarkanku untuk berangkat dengan syarat resiko tanggung sendiri.
         Selesai sholat magrib aku dan timku berangkat dengan mengendarai sepeda motor meski dalam perjalananku yang melalui bebrapa tantangan seperti hujan deras yang mengguyur perjalananku sampai ketempat tujuan dan dijalanpun hampir kena tilang oleh polisi lalu lintas sebab motor yang aku kendarai tidak memiliki satupu surat-surat yang lengkap beruntunglah polisinya hanya memberikan siraman kalbu dan sempat terlintas dibenakku polisi jga takut dengan teman-teamnku sebab melihat pakaian yang kami gunakan. Di dalam perjalanan badanku lemas, rasa lapar yang terus menghantui, sampai kedinginan yang menembus tulangku gara-gara hujan deras disepanjang jalan. Pakaian yang aku gunakan hanya kering dibadan tetapi kunikmati dengan sepenuh hati karena itu sudah menjadi keputusanku dan tetap semangat.
   Begitupun sebaliknya pernah dia menceritakan perjalanannya kepadaku menuju lokasi perlombaan awalnya dia tidak ingin ikut karena hujan yang terus menerus, rasa malas yang menghantuinya, melelahkan, korban waktu dan kuliah tapi dipaksa oleh temannya dan dihati kecilnya juga terselip kemauan untuk berangkat, muncul keinginan untuk menambah wawasan serta pengalaman  dan ada sesuatu yang terus memanggil dan berbisik ditelinganya diapun berangkat meski dengan guyuran hujan yang deras dan hawa dingin tidak menghentikan langkahnya untuk sampai disana karean dia yakin ada sesuatu yang ada disana.
            Ringkas cerita sore harinya datanglah anggota satuannya dan dia sendiri, satuanku dan satuannya sangat akrab bahkan sebagian dari mereka sudah aku kenal sewaktu datang disatuanku. Salah satu anggotanya datang menghampiri dan bertanya sedikit malu kepadaku untuk menumpang mandi karena wc di penginapannya airnya mati akupun mengizinkannya untuk mandi di dalam. Aku melihat dia berbisik kepada temannya dia menanyakan siapa itu bisakah aku kenal dan akrab dengannya. Dia berbalik tersenyum dan tersipu malu kepadaku akupun membalas senyumannya dan tidak tahu arti dari senyuman yang dia lontarkan kepadaku.
            Keesokan harinya ada salah satu dari teman satuanku ingin mandi tapi wc dipenginapanku full akupun membawanya kepenginapan sebelah yaitu tempat penginapannya. Dengan pelan kuketuk pintu lalu dibukakanlah pintu olehnya betapa kagetnya diriku dengan wajah malu yang terpancar dia mempersilahkanku dan temanku masuk. Aku meminta izin untuk numpang mandi dan dizinkan. Seperti yang tadi aku katakan satuanku dan satuannya sangat akrab hampir sebagian dari mereka sudah aku kenal begitupun sebaliknya. Hanya dia yang belum pernah kutemui sebelumnya karena baru kali ini dia mengikuti lomba. Aku diperkenalkan oleh teman-temannya dan atasannya namanya adalah Imran dia adalah seorang pelaut sosoknya yang pemalu, sopan dan tidak midah berbaur dan beradaptasi dengan orang yang baru dikenalnya.
            Setelah beberapa lama menunggu temanku yang sedang mandi dan aku merasa tidak enak disana karena perasaan malu yang selalu mengusikku aku keluar dan kembali kepenginapan karena jaraknya hanya bersebelahan dan dengan mudahnya ku kembali di sana. Ku duduk termenung di depan penginapan menghirup sejuknya udara pagi yang begitu segar jauh dari polusi kendaraan memandangi gunung yangmasih ditutupi oleh kabut pagi yang dingin membayangkan betapa dahsyat anugerah Tuhan telah menciptakan bumi dan isinya untuk manusia nikmati. Kududuk sendiri dan diam-diam Imran memandangi gerak gerikku dengan mencuri-curi pandang seolah-olah tidak menampakkan sikapnya kepadaku aku merasa risih. Dan aku kembali kepenginapannya untuk mengecek temanku apakah disana temanku itu telah selesai mandi.
            Tiba disana aku berdiri di depan Imran yang hanya ditemani dengan beberapa batang rokok terus menghisap cepat dan semakin cepat membuktikan dirinya sedang salah tingkah aku menertawainya di dalam hati, aku mulai menegur dan menyapanya diapun membalas dengan penuh rasa malu tiba-tiba seekor sapi yang tidak diketahui pemiliknya yang disekap di samping kamar membuang kotorannya bagiku sangat menjijikkan. Imran tertawa lepas dan terbahak-bahak Imranpun berkata bubur kacang ijo ebak pagi-pagi begini apalagi masih hangat-hangatnya. Aku mulai illfeel dengan perkataannya yang menggelitik perutku rasanya ingin muntah, tapi melihatnya tertawa dan wajahnya yang lucu akupun ikut tertawa dan melupakan rasa jijik itu.
            Temanku selesai mandi dan heran melihat aku dan Imran yang tertawa orang-orang yang ada di dalampun keluar melihat apa yang terjadi mereka hanya heran. Atasannya mengajak aku dan anggota satuan untuk jalan-jalan mengelilingi tempat tersebut yakni Bantimurung salah satu tempat wisata yang ada di Sulawesi Selatan dan terkenal dengan ciri khasnya karena lombanya sudah seslsai jadi perseta dibebaskan untuk menikmati wisata Bantimurung. Pemandangan Bantimurung yang begitu indah, udaranya sejuk orang-orang yang aku temani jalanpun sangat mendukung dengan suasana tempat dan hati.kami sangat menikmati perjalanan aku yang dari jurusan kewartawanan hanya bisa  berfoto sesekali karena aku yang diperintahkan oleh atasan untuk mengambil gambar.
Hari mulai siang dan merupakan hari terakhir di Bantimurung itu tandanya kami harus kembali ke satuan kami masing-masing tapi tiba-tiba Imran berkata kepadaku dengan suara yang lembut, kecil bahkan beberapa kali aku meminta untuk mengulangi apa yang Imran katakan ternyata dia meminta nomer hpku akupun memberikannya dan sedikit basa-basi aku berkata sampai jumpa lagi dilain waktu. Kami berpamitan saling berjabat tangan temannya mulai mengejekku dan berkata ada cinta di Bantimurung.
Setelah beberapa hari sepulangnya dari lomba tersebut Imran menghubungiku, perlahan demi perlahan mulai memperhatikanku, mulai mempertanyakan hal-hal pribadiku aku merasa sungkan, agak risih dan ada kecemasan karena masih belum terlalu akrab sampai suatu malam Imran mengungkapkan perasaannya kepadaku. Akupun kaget dan tidak langsung meresponnya aku hanya berkata kepadanya menjadi teman lebih abadi dan lebih terhormat lebih baik saling mengenal satu sama lain jangan terburu-buru karena prosesnya tidak nikmat tunggulah sampai cinta itu mengalir dan manis. Imran menerima pernyataanku dan menghargai keputusanku, aku mulai kagum kepadanya karena dia tidak memaksa sedikitpun. Berkali-kali Imran melontarkan perasaannya kepadaku karena baginya lebih cepat lebih baik dan takut ada yang mendahului dirinya tapi aku terus menolak karena yang ada dipikiranku aku hanya menjalani sebuah hubungan jarak jauh dan hanya lewat komunikasi hp, nelponan, chatting dan bbman dipikiranku juga terlintas laki-laki itu semua sama hidung belang, bikin sakit hati dan aku takut pacaran dengan pelaut. Kata teman-temanku pacaran dengan pelaut itu makan hati, selalu ditinggal pergi, sabar menunggu dan mempunyai banyak pacar bahkan istri simpanan. Aku tidak pernha mempunyai impian dan cita-cita memiliki teman dekat dengan seorang pelaut, meskipun sebagian besar keluargaku pelaut.
Sampai akhirnya dia menyatakan dan memohon kepadaku untuk terakhir kalinya dan akupun menerimanya padahari jumat tanggal 04 April 2014, aku merasa malu kepadanya diapun begitu kami mengobrol membicarakan semua pengalaman hidup mulai dari yang menyedihkan sampai yang paling berkesan meskipun hanya melalui telepon genggam. Aku menjalani semua dengan sabar, kami hanya bisa bertemu jika libur semester dan ada waktu luang dia meluangkan watunya untuk tetap menengokku dan akupun demikian meskipun hubungan jarak jauh kami tidak berkecil hati karena bagiku dan baginya jarak bukanlah sebuah halangan yang penting hati tetap menyatu, saling percaya, saling menjaga kepercayaan, saling memberi motivasi, bersaing dengan sehat, dan selalu setia untuk menunggu.
Ternyata bayanganku dan anggapanku selama ini terhadap laki-laki itu berbeda, Imran memang berbeda daripada yang lain, Imran yang pemalu tersimpan sikap romantis dan penuh perhatian kepadaku. Jika libur kuluangkan waktuku untuk menemuinya kubawa Imran menemui keluargaku dan mereka  sudah akrab. Aku dan Imran masih bersama.

Kamis, 22 Maret 2018

Mencintai Tiada Awal tiada Akhir


Tak tau harus kumulai dari mana, mencintaimu tiada awal tiada akhir. Aku mencintaimu tanpa alasan, bukan karena tidak ada. Tapi karena aku tidak tahu lagi alasannya. Yang aku tahu, aku mencintaimu setiap hari.
Aku mencintaimu tanpa alasan, tanpa tapi dan tanpa pertanyaan. Jangan biarkan ada alasan untuk aku mencintaimu, karena kelak dengan alasan yang ada aku akan meninggalkanmu. Biarlah aku tetap mencintaimu tanpa memiliki satupun alasan untukmu, agar aku tetap setia disisimu, karena tidak ada alasan untuk aku meninggalkanmu.
Kau begitu indah, tak dapat diungkapkan dengan kata, mencintamu adalah anugerah, tak pernah kubayangkan sebelumnya, 
Bahkan lidahpun tak mampu bergerak bila harus menceritakan. Aku tetap ingin mencintaimu. Mencintaimu dengan sederhana, mengalir apa adanya. Semua yang terjadi di dunia ini selalu saja ada alasannya, akan tetapi kenapa aku mencintaimu tak dapat aku rangkaikan kata-kata indah kenapa aku bisa mencintaimu, Terjadi begitu saja, tanpa mengapa dan karena.
Tak dapat aku lukiskan semua rasaku, kenapa aku mencintaimu hingga sekarang.
Aku mencintaimu, entahlah semenjak kapan aku mulai mencintaimu, mencintaimu bukan karena sebuah pertemuan atau bahkan sebuah percakapan.
Jika kau menanyakan apa alasanku untuk mencintaimu, aku tidak mampu untuk menjawabnya, karena aku memang tidak memiliki alasan apapun untuk mencintaimu. Jika kau tidak dapat menerima alasan yang aku miliki aku memakluminya. Karena kau pasti memiliki alasan lain untuk menerima alasan yang aku berikan yaitu alasan dimana “ aku tidak memiliki alasan untuk mencintaimu”.
Cinta aku mencintaimu dan akan tetap mencintaimu. Menunggumu menjadi imamku, menanti akan hal itu, mencintaimu dalam rinduku, dalam sujudku, dalam tawa dan sedihku, mencintaimu dalam penantianku.
Penantian panjang untuk menunggumu akan aku lewati hanya untukmu, meski seribu kebimbangan menghantuiku, meski ribuan keraguan menjelma atas janjimu. Aku hanya takut, benarkah kau pantas untuk ku nanti?
Ku sembunyikan hati ini untuk memilih menantimu karena ku tahu aku sangat mencintaimu. Namun bukan berarti cinta ini mampu membutakanku agar aku menerima ketikdak pastian.
Aku hanya tak tahu, benarkah kau pantas untuk ku nanti?

Segera Jemput aku menjadi Bidadarimu....
Segera jemput aku dan kita bersama sama menuju Jannah-Nya
Duhai kekasih yang ada disana Jika benar itu kau, maka kuteguhkan pandanganku, maka jika saat itu tiba lantas terlihat sisi salah pada diriku Semoga Allah mengkaruniakan mu kemampuan untuk Melihat sisi baikku. Begitupun diiriku dengan demikian, semoga Allah meridhoimu, kau pun mencintaiku karena-NYA Senantiasa memahamiku, menerima kekurangan dan kelebihanku. Dan begitu pula yang akan kulakukan padamu.
Allah telah jadikan hamba-NYA jauh dari sempurna, maka ketika itu adalah untuk saling menyempurnakan..
Aamin ya Rahman.

Rabu, 24 Januari 2018

Rindu mengapa Kau Hadir?

Aku tak tahu bagaimana membahasakan perasaanku ini, setelah  kutumpahkan segala rindu yang menyesaki dada. Aku menyadari itu sebuah kesalahan, jika tak kusadari mungkin setiap hari aku akan menumpahkan rindu itu, tapi apa dayaku rinduku menepuk angin. Dan aku tahu akan ada jutaan luka yang mengiringi setelah kutumpah ruahkan rinduku. 
Maafkan aku yang hanya bisa mengusik harimu, membuatmu tak nyaman dengan semua kata rinduku, Maafkan aku, aku tak bisa menyimpannya sendiri. Akuu tak bisa.


Harusnya kutanggung sendiri perih ini, tanpa melibatkanmu, tapi kenyataannya hari-hariku dipenuhi namamu, memikirkan dan terus memikirkanmu, hariku penuh ketakberadayaan, dan keputusasaan. Aku jujur tak mampu memikulnya.
Rindu mengapa kau hadir jika hanya membuatku terpenjara berbalut luka tak berdaya. Kuterjerat rindu, Jujur aku tak mampu memikulnya.

Jumat, 29 Desember 2017

Bertemu denganmu adalah Takdir, dan menunggumu adalah ujian kesetiaan

Didunia ini tidak ada yang kebetulan, bahkan daun yang jatuh pun sudah sesuai dengan  kehendak Tuhan, apalagi tentang pertemuan kita, semuanya sudah diatur oleh Tuhan. Aku yakin kita bertemu bukan suatu kebetulan, melainkan sudah bagian dari rencana tuhan. Pertemuanku denganmu membuatku bahagia, Bahagia itu betul-betul terasa sejak Aku dan Kamu bertemu. Pertemuan yang tak disengaja itu membawa kita saling mengenal lebih jauh sampai saat ini. Saling mengisi, saling menyemangati, saling merangkul dan saling berbagi banyak hal. Tak pernah menyangka akan bertemu denganmu, seseorang yang membuatku lupa akan pahitnya kisah masa lalu. Seseorang yang dengan kehadirannya mampu membuatku tersenyum lebar dan tertawa lepas meski beban kita sama-sama berat. Seseorang yang dengan semua sikap dan perhatiannya membuatku merasa spesial. Seseorang yang dengan kehadirannya memberi lebih banyak warna di hidupku. Sejak saat itu perasaan ini tumbuh lebih dalam, sangat dalam, dan semakin dalam. Kita melewati banyak hal bersama, kita berbagi banyak cerita pula bersama. Inikah yang namanya cinta? Tak pernah aku merasa lebih baik dari ini sebelumnya. Inikah yang namanya cinta? Selalu ingin berada bersamamu setiap saat, selalu mencari waktu luang sesingkat apapun untuk bisa melihat wajahmu, selalu ingin bersandar di pundakmu dan bercanda bersama, menghayal masa depan. Betulkah ini yang namanya cinta? Aku tak pernah bisa mendefinisikan kebahagiaanku.

Dia datang dengan membawa banyak semangat untukku, dia datang dengan membawa harapan untukku, dia datang dengan sejuta cerita. Belum pernah aku mencintai seseorang seperti ini, bahkan aku acuh terhadap diriku sendiri.
Berbagai suasana kita lewati, Wajahmu, senyummu, sikap dan perhatianmu selalu aku rindukan setiap saat, berada di dekatmu selalu aku harapkan. Aku bertanya pada diriku sendiri, apa yang membuatku begitu mencintainya? ternyata aku tak pernah menemukan jawabannya, perasan itu muncul dengan sendirinya tanpa alasan yang pasti pula. Mungkin memang Tuhan memberikan hatiku hanya untukmu, Tuhan memberikan rasa ini tumbuh hanya untukmu.

Ketika kamu menanyakan mengapa perasaanku seperti itu sedang tak jarang sikapmu acuh tehadapku. Seketika itu pula aku terdiam. Entah mengapa perasaan ini tak pernah bisa berubah seacuh apapun sikapmu. Tapi Ketulusanku mencintaimu tak pernah berubah sampai kapanpun. Hingga tiba saatnya jarak harus memisahkan kita sesaat. Kita yang dulu begitu dekat kini harus lebih jauh. Dulu hampir setiap waktu selalu kita lewati bersama, sekarang kita harus menunggu waktu luang untuk sekedar bertatap muka. Dulu setiap waktu dapat kulihat wajahmu tapi sekarang ketika kerinduan itu datang hanya gambarmu lah yang aku lihat untuk sekedar menahan kerinduan ini sampai waktunya kita bertemu. Ketika aku merindukan suaramu dan merindukan kau bercerita banyak, hanya memori yang bisa kuingat. Ketika aku merindukanmu di sampingku saat aku betul-betul merasa lelah, aku hanya bisa menangis dan berharap kita bersama kembali. Sungguh ini sangat perihπŸ˜₯

Hampir setahun sudah kita terpisah jarak, kini kita tengah menata kembali untuk bersama.
Setahun sudah kita terpisah jarak, selama itu pula aku mulai ingin selalu bersamamu selalu terbayang dan tak pernah hilang. Tapi aku tak bisa berpisah denganmu, aku tak bisa dan tak pernah membayangkannya. Cinta ini begitu dalam, terlalu dalamnya hingga ketika hal yang tak pernah dibayangkan akan terjadi maka lukanya akan menganga dengan sangat lebar.
Sejauh ini kita sudah berjuang bersama menghadapi permasalahan kecil hingga yg besar sekalipun. Berhari-hari saling diam, sampai akhirnya baik kembali. Namun, di setiap permasalahan kau selalu memberikan pertanyaan yang sama. "kenapa dipertahankan?"
Apa yang salah? Apa yang salah memperjuangkan orang yang kita sayang?
Apa belum cukup perjuangan kita selama ini untuk jadi alasan betapa aku mencintaimu?
Apa berjuang untukmu harus pakai alasan, untuk apa alasan itu? meyakinkanmu? apa selama ini yang kita lewati belum cukup meyakinkanmu?
Jawabmu, Bersabarlah, bersabar untuk momen yang kamu tunggu, kita akan bersama setiap saat. Perasaan ini tak pernah tergantikan, perasaan ini akan tetap untukmu. Apapun yang terjadi semua yang ada padaku tidak akan pernah berubah .Semangat hidup ini hadir kembali karenamu, dan aku ingin menghabiskan sisanya bersamamu pula.

Tetaplah di sini sayang..
Aku mencintaimu lebih dari apapun.
Keegoisanku karena aku takut kehilanganmu.
Sikap konyolku itu hanya karena aku ingin selalu didekatmu.
Perhatianmu menyemangatiku
Dan kehadiranmu adalah kehidupanku….
Aku tidak ingin jauh darimu, aku tidak ingin kehilangamu. Tidak ingin berpisah dengan alasan apapun. 😍😍😍

Popular Posts