Sabtu, 31 Maret 2018

Gara-gara Kamu dan Menwa Aku Jatuh CINTA


Awal dari sebuah rasa manis akan tetap manis jika kita pintar mengolah rasa manis itu agar tetap manis. Tunggulah sampai manis itu akan datang dan setialah selalu   bukankah menunggu itu bersabar untuk setia?Menunggu itu sangat erat dengan kesetiaan dan masa-masa menunggu adalah ujian kesetiaan bersabarlah untuk tetap menjadi setia, karena tergesa-gesa membuat prosesnya tak terasa nikmat. Ini yang saya katakan menunggu dengan sabar dan tetap setia itu sulit. Tapi benarkah sebegitu sulit? Bukankah kita sudah bertahan dan bersabar sejauh ini? bukannya selalu ada Sang Maha Pengasih yang selalu mendengarkan cerita, keluh dan curhat kita? bukankah saat lelah diri, memandang wajah orangtua lelahnya tak terasa lagi? bukankah Tuhan itu Maha Menepati Janji? Bukannya kita diciptakan berpasang-pasangan? bukannya proses yang baik hasilnya akan baik juga? bukannya selalu percaya kalau semua akan indah pada waktunya karena manisnya hidup kita yang tentukan.
Semangat bersabar untuk setia. Karena tergesa-gesa membuat prosesnya tak nikmat Kita memang terlalu banyak menuntut dan terlalu banyak lupa. Banyak menuntut akan keinginan yang kita sukai bukan yang Allah SWT sukai. Dan banyak lupa, bahwa doa-doa kita lebih banyak dikabulkannya daripada yang tidak. Bukankah begitu? Kita tidak perlu menunggu segala sesuatunya sempurna untuk memulai sesuatu. Yang kita perlukan adalah sebuah tindakan, tindakan untuk memulai,Kehidupan itu seimbang, ada kesulitan pasti ada kemudahan. Dan hidup adalah proses menunggu. Menunggu mati, menunggu hasil dari sebuah usaha, menunggu perjalanan doa, dan menunggu pasangan hidup serta keturunan.
Manisnya cinta dari sebuah perjalanan cinta memang berbeda-beda tergantung siapa yang menjalaninya dan siapa yang akan selalu berkorban dan bertahan untuk cinta. Terkadang muncul dibenak saya cinta itu hanya pembodohan, menguras hati, makan hati, sakit hati, menghabiskan waktu, energi, dan mengorbankan perasaan. Aku mengatakan demikian karena dulu kupernah merasakan jatuh cinta hanya manis diawal sehingga kutakut jatuh cinta lagi. Aku pernah setia tapi dihianati, aku pernah menunggu tapi sia-sia, sehingga dibenakku akan cinta itu  buruk, buruk daripada yang buruk. Aku pernah berjanji pada diriku sendiri aku tidak akan jatuh cinta lagi. Tapi  tak ada satu orangpun yang bisa lari dari kenyataan cinta. Cinta adalah  kodrat dari sang Ilahi yang dijatuhkan kepada setiap insan. Tapi saat kubertemu dengannya dan mengenalnya sosoknya yang berbeda dengan pria lain memnuatku kagum terpanah dan melupakan cinta yang dahulu menyakitiku dan aku percaya dialah pria terbaik yang pernah aku kenal.
Kuawali perjumpaan dan perkenalanku dengannya. Sebut saja namaku Irma teman-teman kampus sering memanggilku iron women karena sosokku dan kepribadianku yang sedikit tomboy, keras kepala, susah diatur dan bersuara besar serta sangat menyukai hal yang penuh dengan tantangan. Aku memilih satu organisasi di Kampus yang berlatar belakang penuh dengan kekerasan, latihannyapun sedikit berbau semi militer, disini aku dilati, dibina dan dididik untuk memnentuk kesiapan mental dan sedikit membentuk pribadi dan watakku yang keras kepala aku sangat suka organisasi ini karena memang jiwaku ada pada organisasi ini yakni Menwa Resimen Mahasiswa yang sebagian besar orang menyebutnya tentara kampus.
Tidak ada seorang perempuanpun dikelasku yang tertarik di organisasi yang aku geluti ini, mereka takut akan kekerasan. Resimen mahasiswa ialah organisasi yang terkenal di Indonesia dan hampir semua perguruan tinggi yang ada di Indonesia memiliki organisasi ini.
Pada tanggal 28 maret 2014 salah satu satuan yakni satuan 701 mengadakan lomba Lintas Medan dan Wisata Prasejarah yang diadakan di Bantimurung, Leang-leang dan sekitarnya untuk seluruh satuan yang ada di Indonesia seluruh Menwa hadir dan satuankupun di undang. Tapi Aku tidak diizinkan oleh atasan untuk ikut karena resikonya terlalu besar, tapi entah apalah yang membuatku bersih keras dan ngelotot untuk ikut, meskipun orang-orang disatuan terus melarang dan sempat terjadi perang mulut dan akhirnya mereka membiarkanku untuk berangkat dengan syarat resiko tanggung sendiri.
         Selesai sholat magrib aku dan timku berangkat dengan mengendarai sepeda motor meski dalam perjalananku yang melalui bebrapa tantangan seperti hujan deras yang mengguyur perjalananku sampai ketempat tujuan dan dijalanpun hampir kena tilang oleh polisi lalu lintas sebab motor yang aku kendarai tidak memiliki satupu surat-surat yang lengkap beruntunglah polisinya hanya memberikan siraman kalbu dan sempat terlintas dibenakku polisi jga takut dengan teman-teamnku sebab melihat pakaian yang kami gunakan. Di dalam perjalanan badanku lemas, rasa lapar yang terus menghantui, sampai kedinginan yang menembus tulangku gara-gara hujan deras disepanjang jalan. Pakaian yang aku gunakan hanya kering dibadan tetapi kunikmati dengan sepenuh hati karena itu sudah menjadi keputusanku dan tetap semangat.
   Begitupun sebaliknya pernah dia menceritakan perjalanannya kepadaku menuju lokasi perlombaan awalnya dia tidak ingin ikut karena hujan yang terus menerus, rasa malas yang menghantuinya, melelahkan, korban waktu dan kuliah tapi dipaksa oleh temannya dan dihati kecilnya juga terselip kemauan untuk berangkat, muncul keinginan untuk menambah wawasan serta pengalaman  dan ada sesuatu yang terus memanggil dan berbisik ditelinganya diapun berangkat meski dengan guyuran hujan yang deras dan hawa dingin tidak menghentikan langkahnya untuk sampai disana karean dia yakin ada sesuatu yang ada disana.
            Ringkas cerita sore harinya datanglah anggota satuannya dan dia sendiri, satuanku dan satuannya sangat akrab bahkan sebagian dari mereka sudah aku kenal sewaktu datang disatuanku. Salah satu anggotanya datang menghampiri dan bertanya sedikit malu kepadaku untuk menumpang mandi karena wc di penginapannya airnya mati akupun mengizinkannya untuk mandi di dalam. Aku melihat dia berbisik kepada temannya dia menanyakan siapa itu bisakah aku kenal dan akrab dengannya. Dia berbalik tersenyum dan tersipu malu kepadaku akupun membalas senyumannya dan tidak tahu arti dari senyuman yang dia lontarkan kepadaku.
            Keesokan harinya ada salah satu dari teman satuanku ingin mandi tapi wc dipenginapanku full akupun membawanya kepenginapan sebelah yaitu tempat penginapannya. Dengan pelan kuketuk pintu lalu dibukakanlah pintu olehnya betapa kagetnya diriku dengan wajah malu yang terpancar dia mempersilahkanku dan temanku masuk. Aku meminta izin untuk numpang mandi dan dizinkan. Seperti yang tadi aku katakan satuanku dan satuannya sangat akrab hampir sebagian dari mereka sudah aku kenal begitupun sebaliknya. Hanya dia yang belum pernah kutemui sebelumnya karena baru kali ini dia mengikuti lomba. Aku diperkenalkan oleh teman-temannya dan atasannya namanya adalah Imran dia adalah seorang pelaut sosoknya yang pemalu, sopan dan tidak midah berbaur dan beradaptasi dengan orang yang baru dikenalnya.
            Setelah beberapa lama menunggu temanku yang sedang mandi dan aku merasa tidak enak disana karena perasaan malu yang selalu mengusikku aku keluar dan kembali kepenginapan karena jaraknya hanya bersebelahan dan dengan mudahnya ku kembali di sana. Ku duduk termenung di depan penginapan menghirup sejuknya udara pagi yang begitu segar jauh dari polusi kendaraan memandangi gunung yangmasih ditutupi oleh kabut pagi yang dingin membayangkan betapa dahsyat anugerah Tuhan telah menciptakan bumi dan isinya untuk manusia nikmati. Kududuk sendiri dan diam-diam Imran memandangi gerak gerikku dengan mencuri-curi pandang seolah-olah tidak menampakkan sikapnya kepadaku aku merasa risih. Dan aku kembali kepenginapannya untuk mengecek temanku apakah disana temanku itu telah selesai mandi.
            Tiba disana aku berdiri di depan Imran yang hanya ditemani dengan beberapa batang rokok terus menghisap cepat dan semakin cepat membuktikan dirinya sedang salah tingkah aku menertawainya di dalam hati, aku mulai menegur dan menyapanya diapun membalas dengan penuh rasa malu tiba-tiba seekor sapi yang tidak diketahui pemiliknya yang disekap di samping kamar membuang kotorannya bagiku sangat menjijikkan. Imran tertawa lepas dan terbahak-bahak Imranpun berkata bubur kacang ijo ebak pagi-pagi begini apalagi masih hangat-hangatnya. Aku mulai illfeel dengan perkataannya yang menggelitik perutku rasanya ingin muntah, tapi melihatnya tertawa dan wajahnya yang lucu akupun ikut tertawa dan melupakan rasa jijik itu.
            Temanku selesai mandi dan heran melihat aku dan Imran yang tertawa orang-orang yang ada di dalampun keluar melihat apa yang terjadi mereka hanya heran. Atasannya mengajak aku dan anggota satuan untuk jalan-jalan mengelilingi tempat tersebut yakni Bantimurung salah satu tempat wisata yang ada di Sulawesi Selatan dan terkenal dengan ciri khasnya karena lombanya sudah seslsai jadi perseta dibebaskan untuk menikmati wisata Bantimurung. Pemandangan Bantimurung yang begitu indah, udaranya sejuk orang-orang yang aku temani jalanpun sangat mendukung dengan suasana tempat dan hati.kami sangat menikmati perjalanan aku yang dari jurusan kewartawanan hanya bisa  berfoto sesekali karena aku yang diperintahkan oleh atasan untuk mengambil gambar.
Hari mulai siang dan merupakan hari terakhir di Bantimurung itu tandanya kami harus kembali ke satuan kami masing-masing tapi tiba-tiba Imran berkata kepadaku dengan suara yang lembut, kecil bahkan beberapa kali aku meminta untuk mengulangi apa yang Imran katakan ternyata dia meminta nomer hpku akupun memberikannya dan sedikit basa-basi aku berkata sampai jumpa lagi dilain waktu. Kami berpamitan saling berjabat tangan temannya mulai mengejekku dan berkata ada cinta di Bantimurung.
Setelah beberapa hari sepulangnya dari lomba tersebut Imran menghubungiku, perlahan demi perlahan mulai memperhatikanku, mulai mempertanyakan hal-hal pribadiku aku merasa sungkan, agak risih dan ada kecemasan karena masih belum terlalu akrab sampai suatu malam Imran mengungkapkan perasaannya kepadaku. Akupun kaget dan tidak langsung meresponnya aku hanya berkata kepadanya menjadi teman lebih abadi dan lebih terhormat lebih baik saling mengenal satu sama lain jangan terburu-buru karena prosesnya tidak nikmat tunggulah sampai cinta itu mengalir dan manis. Imran menerima pernyataanku dan menghargai keputusanku, aku mulai kagum kepadanya karena dia tidak memaksa sedikitpun. Berkali-kali Imran melontarkan perasaannya kepadaku karena baginya lebih cepat lebih baik dan takut ada yang mendahului dirinya tapi aku terus menolak karena yang ada dipikiranku aku hanya menjalani sebuah hubungan jarak jauh dan hanya lewat komunikasi hp, nelponan, chatting dan bbman dipikiranku juga terlintas laki-laki itu semua sama hidung belang, bikin sakit hati dan aku takut pacaran dengan pelaut. Kata teman-temanku pacaran dengan pelaut itu makan hati, selalu ditinggal pergi, sabar menunggu dan mempunyai banyak pacar bahkan istri simpanan. Aku tidak pernha mempunyai impian dan cita-cita memiliki teman dekat dengan seorang pelaut, meskipun sebagian besar keluargaku pelaut.
Sampai akhirnya dia menyatakan dan memohon kepadaku untuk terakhir kalinya dan akupun menerimanya padahari jumat tanggal 04 April 2014, aku merasa malu kepadanya diapun begitu kami mengobrol membicarakan semua pengalaman hidup mulai dari yang menyedihkan sampai yang paling berkesan meskipun hanya melalui telepon genggam. Aku menjalani semua dengan sabar, kami hanya bisa bertemu jika libur semester dan ada waktu luang dia meluangkan watunya untuk tetap menengokku dan akupun demikian meskipun hubungan jarak jauh kami tidak berkecil hati karena bagiku dan baginya jarak bukanlah sebuah halangan yang penting hati tetap menyatu, saling percaya, saling menjaga kepercayaan, saling memberi motivasi, bersaing dengan sehat, dan selalu setia untuk menunggu.
Ternyata bayanganku dan anggapanku selama ini terhadap laki-laki itu berbeda, Imran memang berbeda daripada yang lain, Imran yang pemalu tersimpan sikap romantis dan penuh perhatian kepadaku. Jika libur kuluangkan waktuku untuk menemuinya kubawa Imran menemui keluargaku dan mereka  sudah akrab. Aku dan Imran masih bersama.

Kamis, 22 Maret 2018

Mencintai Tiada Awal tiada Akhir


Tak tau harus kumulai dari mana, mencintaimu tiada awal tiada akhir. Aku mencintaimu tanpa alasan, bukan karena tidak ada. Tapi karena aku tidak tahu lagi alasannya. Yang aku tahu, aku mencintaimu setiap hari.
Aku mencintaimu tanpa alasan, tanpa tapi dan tanpa pertanyaan. Jangan biarkan ada alasan untuk aku mencintaimu, karena kelak dengan alasan yang ada aku akan meninggalkanmu. Biarlah aku tetap mencintaimu tanpa memiliki satupun alasan untukmu, agar aku tetap setia disisimu, karena tidak ada alasan untuk aku meninggalkanmu.
Kau begitu indah, tak dapat diungkapkan dengan kata, mencintamu adalah anugerah, tak pernah kubayangkan sebelumnya, 
Bahkan lidahpun tak mampu bergerak bila harus menceritakan. Aku tetap ingin mencintaimu. Mencintaimu dengan sederhana, mengalir apa adanya. Semua yang terjadi di dunia ini selalu saja ada alasannya, akan tetapi kenapa aku mencintaimu tak dapat aku rangkaikan kata-kata indah kenapa aku bisa mencintaimu, Terjadi begitu saja, tanpa mengapa dan karena.
Tak dapat aku lukiskan semua rasaku, kenapa aku mencintaimu hingga sekarang.
Aku mencintaimu, entahlah semenjak kapan aku mulai mencintaimu, mencintaimu bukan karena sebuah pertemuan atau bahkan sebuah percakapan.
Jika kau menanyakan apa alasanku untuk mencintaimu, aku tidak mampu untuk menjawabnya, karena aku memang tidak memiliki alasan apapun untuk mencintaimu. Jika kau tidak dapat menerima alasan yang aku miliki aku memakluminya. Karena kau pasti memiliki alasan lain untuk menerima alasan yang aku berikan yaitu alasan dimana “ aku tidak memiliki alasan untuk mencintaimu”.
Cinta aku mencintaimu dan akan tetap mencintaimu. Menunggumu menjadi imamku, menanti akan hal itu, mencintaimu dalam rinduku, dalam sujudku, dalam tawa dan sedihku, mencintaimu dalam penantianku.
Penantian panjang untuk menunggumu akan aku lewati hanya untukmu, meski seribu kebimbangan menghantuiku, meski ribuan keraguan menjelma atas janjimu. Aku hanya takut, benarkah kau pantas untuk ku nanti?
Ku sembunyikan hati ini untuk memilih menantimu karena ku tahu aku sangat mencintaimu. Namun bukan berarti cinta ini mampu membutakanku agar aku menerima ketikdak pastian.
Aku hanya tak tahu, benarkah kau pantas untuk ku nanti?

Segera Jemput aku menjadi Bidadarimu....
Segera jemput aku dan kita bersama sama menuju Jannah-Nya
Duhai kekasih yang ada disana Jika benar itu kau, maka kuteguhkan pandanganku, maka jika saat itu tiba lantas terlihat sisi salah pada diriku Semoga Allah mengkaruniakan mu kemampuan untuk Melihat sisi baikku. Begitupun diiriku dengan demikian, semoga Allah meridhoimu, kau pun mencintaiku karena-NYA Senantiasa memahamiku, menerima kekurangan dan kelebihanku. Dan begitu pula yang akan kulakukan padamu.
Allah telah jadikan hamba-NYA jauh dari sempurna, maka ketika itu adalah untuk saling menyempurnakan..
Aamin ya Rahman.

Rabu, 24 Januari 2018

Rindu mengapa Kau Hadir?

Aku tak tahu bagaimana membahasakan perasaanku ini, setelah  kutumpahkan segala rindu yang menyesaki dada. Aku menyadari itu sebuah kesalahan, jika tak kusadari mungkin setiap hari aku akan menumpahkan rindu itu, tapi apa dayaku rinduku menepuk angin. Dan aku tahu akan ada jutaan luka yang mengiringi setelah kutumpah ruahkan rinduku. 
Maafkan aku yang hanya bisa mengusik harimu, membuatmu tak nyaman dengan semua kata rinduku, Maafkan aku, aku tak bisa menyimpannya sendiri. Akuu tak bisa.


Harusnya kutanggung sendiri perih ini, tanpa melibatkanmu, tapi kenyataannya hari-hariku dipenuhi namamu, memikirkan dan terus memikirkanmu, hariku penuh ketakberadayaan, dan keputusasaan. Aku jujur tak mampu memikulnya.
Rindu mengapa kau hadir jika hanya membuatku terpenjara berbalut luka tak berdaya. Kuterjerat rindu, Jujur aku tak mampu memikulnya.

Jumat, 29 Desember 2017

Bertemu denganmu adalah Takdir, dan menunggumu adalah ujian kesetiaan

Didunia ini tidak ada yang kebetulan, bahkan daun yang jatuh pun sudah sesuai dengan  kehendak Tuhan, apalagi tentang pertemuan kita, semuanya sudah diatur oleh Tuhan. Aku yakin kita bertemu bukan suatu kebetulan, melainkan sudah bagian dari rencana tuhan. Pertemuanku denganmu membuatku bahagia, Bahagia itu betul-betul terasa sejak Aku dan Kamu bertemu. Pertemuan yang tak disengaja itu membawa kita saling mengenal lebih jauh sampai saat ini. Saling mengisi, saling menyemangati, saling merangkul dan saling berbagi banyak hal. Tak pernah menyangka akan bertemu denganmu, seseorang yang membuatku lupa akan pahitnya kisah masa lalu. Seseorang yang dengan kehadirannya mampu membuatku tersenyum lebar dan tertawa lepas meski beban kita sama-sama berat. Seseorang yang dengan semua sikap dan perhatiannya membuatku merasa spesial. Seseorang yang dengan kehadirannya memberi lebih banyak warna di hidupku. Sejak saat itu perasaan ini tumbuh lebih dalam, sangat dalam, dan semakin dalam. Kita melewati banyak hal bersama, kita berbagi banyak cerita pula bersama. Inikah yang namanya cinta? Tak pernah aku merasa lebih baik dari ini sebelumnya. Inikah yang namanya cinta? Selalu ingin berada bersamamu setiap saat, selalu mencari waktu luang sesingkat apapun untuk bisa melihat wajahmu, selalu ingin bersandar di pundakmu dan bercanda bersama, menghayal masa depan. Betulkah ini yang namanya cinta? Aku tak pernah bisa mendefinisikan kebahagiaanku.

Dia datang dengan membawa banyak semangat untukku, dia datang dengan membawa harapan untukku, dia datang dengan sejuta cerita. Belum pernah aku mencintai seseorang seperti ini, bahkan aku acuh terhadap diriku sendiri.
Berbagai suasana kita lewati, Wajahmu, senyummu, sikap dan perhatianmu selalu aku rindukan setiap saat, berada di dekatmu selalu aku harapkan. Aku bertanya pada diriku sendiri, apa yang membuatku begitu mencintainya? ternyata aku tak pernah menemukan jawabannya, perasan itu muncul dengan sendirinya tanpa alasan yang pasti pula. Mungkin memang Tuhan memberikan hatiku hanya untukmu, Tuhan memberikan rasa ini tumbuh hanya untukmu.

Ketika kamu menanyakan mengapa perasaanku seperti itu sedang tak jarang sikapmu acuh tehadapku. Seketika itu pula aku terdiam. Entah mengapa perasaan ini tak pernah bisa berubah seacuh apapun sikapmu. Tapi Ketulusanku mencintaimu tak pernah berubah sampai kapanpun. Hingga tiba saatnya jarak harus memisahkan kita sesaat. Kita yang dulu begitu dekat kini harus lebih jauh. Dulu hampir setiap waktu selalu kita lewati bersama, sekarang kita harus menunggu waktu luang untuk sekedar bertatap muka. Dulu setiap waktu dapat kulihat wajahmu tapi sekarang ketika kerinduan itu datang hanya gambarmu lah yang aku lihat untuk sekedar menahan kerinduan ini sampai waktunya kita bertemu. Ketika aku merindukan suaramu dan merindukan kau bercerita banyak, hanya memori yang bisa kuingat. Ketika aku merindukanmu di sampingku saat aku betul-betul merasa lelah, aku hanya bisa menangis dan berharap kita bersama kembali. Sungguh ini sangat perihπŸ˜₯

Hampir setahun sudah kita terpisah jarak, kini kita tengah menata kembali untuk bersama.
Setahun sudah kita terpisah jarak, selama itu pula aku mulai ingin selalu bersamamu selalu terbayang dan tak pernah hilang. Tapi aku tak bisa berpisah denganmu, aku tak bisa dan tak pernah membayangkannya. Cinta ini begitu dalam, terlalu dalamnya hingga ketika hal yang tak pernah dibayangkan akan terjadi maka lukanya akan menganga dengan sangat lebar.
Sejauh ini kita sudah berjuang bersama menghadapi permasalahan kecil hingga yg besar sekalipun. Berhari-hari saling diam, sampai akhirnya baik kembali. Namun, di setiap permasalahan kau selalu memberikan pertanyaan yang sama. "kenapa dipertahankan?"
Apa yang salah? Apa yang salah memperjuangkan orang yang kita sayang?
Apa belum cukup perjuangan kita selama ini untuk jadi alasan betapa aku mencintaimu?
Apa berjuang untukmu harus pakai alasan, untuk apa alasan itu? meyakinkanmu? apa selama ini yang kita lewati belum cukup meyakinkanmu?
Jawabmu, Bersabarlah, bersabar untuk momen yang kamu tunggu, kita akan bersama setiap saat. Perasaan ini tak pernah tergantikan, perasaan ini akan tetap untukmu. Apapun yang terjadi semua yang ada padaku tidak akan pernah berubah .Semangat hidup ini hadir kembali karenamu, dan aku ingin menghabiskan sisanya bersamamu pula.

Tetaplah di sini sayang..
Aku mencintaimu lebih dari apapun.
Keegoisanku karena aku takut kehilanganmu.
Sikap konyolku itu hanya karena aku ingin selalu didekatmu.
Perhatianmu menyemangatiku
Dan kehadiranmu adalah kehidupanku….
Aku tidak ingin jauh darimu, aku tidak ingin kehilangamu. Tidak ingin berpisah dengan alasan apapun. 😍😍😍

Rabu, 22 November 2017

Kerinduan Pejuang LDR

Rindu adalah sebuah keadaan yang cukup merepotkan, kadang juga menjengkelkan bisa juga sangat menyebalkan. Ah,,, rindu. Sebuah kata yang manis sebetulnya.

Tapi,,  Semudah itukah merindu?
Mempermainkan perasaan, akupun begitu bodohnya tak mampu mengemasi rindu yang tercecer ditepian hati. Sakit tak terperi, Entah apa yang berkecamuk dalam batinku, yang pasti aku merasa muak dengan apa yang aku rasa. Batinku mendesah merasakan sesuatu yang membuat hatiku serasa sesak.


Aku selalu dihantui oleh rasa sepi yang seakan-akan menikam hati dan pikiranku. Aku tak tahu apa yang salah sebenarnya, hanya saja ada bayang-bayang rindu yang begitu menggeletar gelisah menampar nuraniku, kerinduan ini semakin menebal, tak kenal tempat tak kenal waktu seiring keramaian malam mengantar kesunyian menjemput dini hari, seiring keramaian mengusik ketenangan jiwa dan seiring tawa dibalik kesedihan. Aku sedih merindu sakit tak nampak menjelaskan tak dapat dipahami.

Aku hanya ingin tahu, apakah waktu akan terus menumbuhkan segenap perasaan ini? Tapi biarlah waktu yang akan menjawabnya. Bukankah banyak orang yang berputus asa menunggu jawaban akhirnya hanya berpasrah dengan waktu? Lagi-lagi waktu yang menjawabnya. 

Ohhh Rindu sebuah kata yang manis sebetulnya tetapi menggores tak meninggalkan bekas. Biarkan untuk sejenak aku ingin merasakan diriku bebas, bebas dari penat, penatnya karena merindu. Karena RINDU tidak butuh tips hanya butuh BERTEMU segera.

Selasa, 10 Oktober 2017

Bersyukurlah maka Hidupmu akan terasa Cukup

Akhirat seolah-olah menjadi tujuan utama hidupnya, guyuran hujan, rasa kantuk, lelah, rasa sakit tak ada halangan sedikitpun. Hanya keriput yang tergambar diwajah tuanya. Lelaki paruh baya Muchlis Taba (63) yang berasal dari Jampue, insentif 300.000/bulannya bak obat lelah bagi Muadzin sederhana ini.

Sepak terjal angkuhnya roda kehidupan ini Muchlis lalui, tak hanya sebagai Muadzin di masjid Attaqwa Lama Jampue yang telah ia jalani kurang lebih 10 tahun lalu, sampingan kerja sebagai penjual kayu jadi pilihannya yang baru 2 tahun ini ia lakoni untuk menyambung hidup.

Gerobak tua hampir setiap saat di dorongnya berisi kayu bahan bangunan rumah, kira-kira panjangnya lebih 4 meter dan beratnya lebih berat tak terbayang jika 10 lembar yang harus diantarkan ke rumah pelanggan. Tetesan keringat bercucuran membasahi wajah dan seluruh badannya, nafas yang tersendat sendat keluar sambil menghela nafas panjang. Upah yang didapat tidak seberapa asal disyukuri itu sudah cukup. Seringkali aku ikut membantunya  mengangkat  kayu merasakan betapa beratnya benda itu harus di dorong tanpa memancarkan sedihku di depannya aku berusaha selalu menjadi penghibur dalam lelahnya.

Allahu Akbar Allahu Akbar......... Adzan yang merdu berkumandang di kawasan Jampue menandakan waktu sholat Fardhu sudah masuk, suara yang sudah parau berusaha dikumpulkan untuk mengeluarkan suara indah dari lantunan adzannya. Mengabdi tanpa batas ia jalani dengan ikhlas. Mengurusi mesjid mulai dari adzan, terkadang jadi imam, cleaning servis merupakan tugas utamanya ia lakoni berharap hanya pahala balasan dari Allah SWT sebagai pemerang di alam kuburnya kelak.

Disela kesibukannya mengurus mesjid, ia juga mengajar anak anak kecil mengaji di rumahnya yang notabenenya adalah cucu cucu jauh, itu juga dijalani dengan dengan pemberian ala kadarnya ia tetap menerima dengan ikhlas.
Lelaki paruh baya yang hampir setiap hari kutemui ini, sedang jatuh sakit, badannya gemetaran, suaranya serak dan sesekali mengeluh, andaikan ada yang bisa menggantikanku saat ini di mesjid aku mau istirahat sejenak saja mengembalikan kesehatanku atau aku ingin pergi jalan jalan sedikit keluar kota menikmati suara bising dari setiap sudut kota dan lampu jalan yang gemerlap gemerlip itu. Seperti itulah keluhan yang kadang-kadang berkomat kamit dimulutnya, tetapi ia terus berupaya dengan ikhlas menjalani semuanya.

Sabtu, 07 Oktober 2017

Skripsi Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam.. Stereotip Perempuan Bugis dalm Simbol Uang panai' Masyarakat Jampue Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang

* some text missing, baca kelengkapannya di Perpustakaan STAIN Parepare/ buku pribadi saya.......😍😍😍
*
*
Tradisi dan simbol uang panai’ dalam pernikahan adat Bugis masyarakat Jampue

Pernikahan suku Bugis dipandang sebagai suatu hal yang sakral, religius dan sangat dihargainya. Oleh sebab itu, lembaga adat mengaturnya dengan cermat, sesuai dengan kenyataan dalam masyarakat Bugis Jampue yang terbesar menganut agama islam sehingga pernikahan bukan saja berarti ikatan lahir batin antara seorang laki-laki sebagai seorang suami dengan seorang perempuan sebagai seorang isteri, tetapi juga lebih dari itu, pernikahan merupakan pertalian hubungan kekeluargaan antara pihak laki-laki dan pihak perempuan yang akan membentuk rukun keluarga yang lebih besar lagi. 
Tata cara pernikahan suku Bugis Jampue diatur sesuai dengan  adat dan agama sehingga merupakan rangkaian acara yang menarik,  penuh tatakrama dan sopan santun serta saling menghargai. Pengaturan atau tatacara diatur mulai dari pakaian atau busana yang digunakan sampai kepada tahapan-tahapan pelaksanaan adat pernikahan keseluruhannya ini mengandung arti dan makna. 

Pada pernikahan masyarakat Bugis Jampue banyak tahapan yang harus di lewati seperti wawancara penulis dengan informan-informan tentang tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan dalam melangsungkan acara pernikahan di Jampue
Muchsin Mustafa yang mengemukakan: “saya bukan asli Jampue tapi saya sudah lama sekali di Jampue dan pernah menjadi Camat di Lanrisang jadi kalau ada yang mau pengantin kadang-kadang saya juga dipanggil untuk andil dalam proses mappenre doi balanca. Apabila orang Jampue mau melangsungkan pernikahan maka mereka harus melalui beberapa tahapan, engka iyasang maddutta, mappenre doi balanca, mappasirekeng, purai yero mebbusi acara mappacci, sampai akad nikah dan masih ada acara sesudah akad panjang prosesnya.

Sedangkan Muh Tahir mengatakan: Tahapan-tahapan dalam prosesi pernikahan masyarakat Bugis Jampue  terdiri atas 3 bagian yaitu tahapan pra nikah, akad nikah dan upacara sesudah nikah. yang namanya makkita-kita, ma’manu-manu, madutta, mappettu ada dll, kalau dalam proses mappenre doi balanca yang terlibat biasanya adalah saya sendiri.

Tahapan Pra Nikah 
Prosesi sebuah acara pernikahan Bugis Jampue bermula dari fase pendahuluan yang dikenal dengan pra Nikah dan terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut:
Makkita-kita pihak laki-laki akan melihat gerak-gerik perempuan yang akan dilamar dan akan bertanya kepada tetangga terdekat atau keluarga dari pihak perempuan  untuk mendapatkan informasi kalau perempuannya baik, sopan dan bagus keturunannya pasti dilanjutkan pada tahap melamar.

Makkita-kita (pendekatan) pada fase ini dilakukan apabila seorang laki-laki telah menaruh hati pada seorang perempuan, atau keduanya telah sepakat untuk membangun sebuah rumah tangga. Keluarga dari laki-laki akan mengirim utusan untuk mengetahui dari dekat, secara rahasia tentang kelakuan dan perangai perempuan yang akan dilamar, selain itu pula untuk mengetahui tentang keadaan secara keseluruhan. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan oleh perempuan atau ibu dari laki-laki yang akan menikah ataukah nenek atau keluarga dekat lainnya yang dipercaya. Melalui penyelidikan ini, akan diperhatikan segala gerak gerik perempuan yang akan dilamar, baik dengan hubungannya dengan orangtua, tamu maupun dengan yang lainnya. Hasilnya akan dijadikan dasar untuk menentukan apakah akan dilakukan pelamaran atau tidak. Makkita-kita bukanlah satu-satunya dasar yang dipakai oleh pihak laki-laki untuk memutuskan keinginannya, tetapi masih ada faktor lain yang ikut menentukan, diantaranya adalah adanya kesepakatan dari pihak kerabat. Bilamana jika ternyata hasil yang diperoleh tidak memenuhi kriteria yang baik maka lamaran akan diurungkan sebaliknya jika tingkah laku yang dianggap baik, mempunyai keturunan yang jelas, berasal dari keluarga baik-baik, maka lamaran akan dilanjutkan.
Kalo purani itanai bali bolana, keluarga macawe’e na makanja manang ampena menujumi ke tahapan mammau’-manu, ipannassai makkada engkaga canrinna iyero makkunraie, puranigah ilettuki. Membuka jalan sama dengan kalau betul-betul laki-laki mau menikahi perempuan tersebut. Iko itarimani lettukangnge madduta toni taue. Madduta dibahas berapa diminta pihak perempuan, dan pembahasan lanjutnya nanti dbahas kalau mappattuadai taue, biasanya pihak laki-laki memberikan sarung kepada mempelai perempuan sebagai tanda kalau lamarannya diterima.

Tahapan selanjutnya Mammanu’-manu’, (membuka jalan) kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui status perempuan yang akan dilamar, apakah sudah dilamar atau belum. Kegiatan ini dilakukan oleh utusan orangtua pihak laki-laki yang dipercaya Jika keluarga perempuan memberi lampu hijau kedua pihak kemudian menentukan hari untuk mengajukan lamaran secara resmi (madduta).
Madduta adalah pertemuan yang pertamakalinya untuk membicarakan kehendak mengadakan pernikahan. Kegiatan ini adalah melamar atau meminang dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Orangtua laki-laki atau pihak yang dipercaya baik dari kalangan keluarga maupun selain keluarga menyampaikan secara resmi maksud kedatangannya untuk sepakat mengadakan pernikahan diantara kedua belah pihak. Utusan ini disebut To madduta sedangkan pihak keluarga perempuan yang dikunjungi disebut To Ridutai. To madduta  memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan diterima atau tidaknya suatu lamaran, oleh karena itu To madduta  harus hati-hati, bijaksana dan pandai membawa diri. Pembicaraan saat itu dilakukan secara rahasia. Biasanya pertemuan pertama ini belum mendapat keputusan yang pasti atas lamaran itu diterima atau ditolak. Keputusan akan diberikan pada kesempatan berikutnya pada hari yang telah disepakati bersama. 
Atas dasar lamaran itu, orangtua pihak perempuan akan menghubungi pihak kerabat yang dianggap berhak dalam mengambil keputusan. Mereka adalah paman, nenek, kakek atau orang yang dianggap mempunyai kedudukan yang baik dalam masyarakat, bahkan kadang-kadang kerabat dari kedua belah pihak ibu dan bapak dari laki-laki yang akan menikah. Pemberitahuan orangtua perempuan yang akan dilamar kepada kerabat mempunyai arti yang sangat besar dan merupakan penghormatan kepada mereka. Jika lamaran diterima, maka pihak laki-laki akan memberikan sarung atau pakaian kepada pihak perempuan sebagai simbol bahwa lamarannya telah diterima dan dilanjutkan dengan fase berikutnya. 
Mappettu ada mappasikkatta iyero purae dibahas waktu maddutaki, ipasillollong manengni iyero melo’e ipenre, agar lamaran disepakati dan tidak ada masalah dikemudian hari.

Mappettu Ada (kesepakatan) biasanya ditindak lanjuti dengan mappasirekeng atau menyimpulkan kembali kesepakatan-kesepakatan yang telah dibicarakan bersama pada proses sebelumnya. Pada saat inilah akan dibicarakan secara terbuka segala sesuatu terutama mengenai hal-hal yang prinsipil. Ini sangat penting karena kemudian akan diambil kesepakatan atau mufakat bersama, kemudian dikuatkan kembali keputusan tersebut. 
Pada saat Mappettu ada akan disepakati beberapa perjanjian, seperti yang dikemukakan oleh Muchsin Mustafa, diantaranya:
Sompa atau mahar itu asli misalnya satu stel emas atau seperangkat alat sholat dan disebut pada saat ijab kabul dan ini yang sah dalam pernikahan menurut Islam.
Sompa atau mahar sebagai syarat sahnya suatu pernikahan menurut Islam. Besarnya sompa telah ditentukan menurut golongan atau tingkatan derajat perempuan. Penggolongan sompa tidaklah selalu sama dalam pengistilahannya. Ada dalam bentuk mata uang dan ada pula dalam bentuk barang seperti emas atau seperangkat alat sholat.
Uang panai’ istilah Ogi Jampue doi pappenre’ doi balanca biasanya 25 juta 50 juta 100 juta, ini harga dirinya perempuan, doi balanca ini dipakai untuk biaya pesta. Ini yang biasa keliru banyak orang yang samakan doi balanca sibawa sompa padahal beda. Pada tahap mappattu ada doi balanca paling lama dibahas karena dihitung semua mulai dari kedudukannya perempuan, sekolahnya sampai keturunannya. Banyak laki-laki yang ditolak lamarannya karena tidak sanggup dengan banyaknya doi balanca. Pembayaran doi balanca dapat dilakukan pada saat lamaran telah diterima atau penentuan hari pernikahan atau pada saat mappenre’ doi balanca ataupun pada saat akad nikah akan dilangsungkan, tapi ada juga yang sekaligus.

Uang panai’ sebagai syarat sahnya suatu pernikahan menurut adat. Uang panai’ adalah sejumlah uang yang ditetapkan calon mempelai perempuan kepada calon mempelai laki-laki sebagai bentuk penghargaan realitas penghormatan terhadap norma dan strata sosial serta untuk mengetahui kerelaan atau kemampuan sang calon mempelai untuk menjadi bagian keluarga mereka. Uang panai’ ini di gunakan untuk membiayai pesta pernikahan yang digelar pihak perempuan. Besaran uang panai’ yang berlaku saat ini dipengaruhi oleh status sosial yang melekat pada orang yang akan melaksanakan pernikahan baik dari pihak laki-laki maupun dari pihak perempuan, tingkat pendidikan, strata sosial, faktor kekayaan, faktor popularitas, kondisi ekonomi yang semakin tahun semakin meningkat dan apalagi jika orang tersebut berketurunan ningrat atau darah biru, semakin tinggi derajat semua status tersebut maka akan semakin tinggi pula permintaan uang panai’ nya, adapun kisaran jumlah panai’ dimulai dari 25 juta, 30, 50 dan  bahkan ratusan juta rupiah. Hal ini dapat dilihat ketika proses negosiasi yang dilakukan oleh utusan pihak keluarga laki-laki dan pihak keluarga perempuan dalam menentukan kesanggupan pihak laki-laki untuk membayar sejumlah uang panai’ yang telah dipatok oleh pihak keluarga perempuan tidak jarang banyak lamaran yang akhirnya dibatalkan kerena tidak terpenuhinya permintaan uang panai’ tersebut. Bahkan hal persyaratan utamanya atau menjadi pembahasan pertama pada pelamaran sebelum melangsungkan pernikahan adalah besaran uang panai’. Uang panai’ ini seringkali di maknai dengan keliru karena di anggap atau dipersamakan dengan mahar, padahal uang panai’ tersebut berbeda dengan mahar. Uang panai’  kedudukannya sebagai uang adat yang terbilang wajib dengan jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak keluarga mempelai. Pembayaran uang panai’ ini dapat dilakukan pada saat lamaran telah diterima atau penentuan hari pernikahan atau pada saat mappenre’ doi balanca (hari memberikan uang belanja), ataupun pada saat akad nikah akan dilangsungkan. Adapula yang melakukan pembayaran sekaligus dan ada yang melakukan pembayaran sebagian dan di selesaikan pada saat akad nikah akan dilangsungkan.
Passio itu emas yang laki-laki kasi kepada perempuan sebagai tanda pengikat passio juga dikasi sama dengan erang-erang yang di dalamnya perlengkapan perempuan mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki, bedak, gincung, qorang pokoknya perlengkapannya perempuan.
  
Passio sebagai simbol pengikat laki-laki kepada mempelai perempuan yang berupa cincin emas dibarengi dengan erang-erang (aksesoris resepsi pernikahan) terdiri dari alat sholat, alquran, alat make up, pakaian sampai keperluan perempuan mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut.

*
*
*
Some text missing
*
*
Tunggu Tulisan selanjutnya 
Selamat penasaran πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Popular Posts